Tri Rismaharini Marah Zikria Dzatil Sebut Dirinya Kodok, “Saya Tidak Ingin Orangtua Saya Direndahkan”

Konferensi pers Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait kasus penghinaan yang dilakukan warga Bogor, Zikria Dzatil. Foto RMOLJatim
Konferensi pers Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait kasus penghinaan yang dilakukan warga Bogor, Zikria Dzatil. Foto RMOLJatim

POJOKASTU.id, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui bahwa dirinya sendiri yang mempolisikan Zikria Dzatil ke polisi.

Laporan itu dilayangkan ke Polrestabes Surabaya pada 21 Januari 2020 lalu.

Risma melaporkan warga Bogor itu lantaran tak terima dengan kalimat yang diunggah melalui media sosial.

Ada sejumlah alasan yang mendasari perempuan walikot pertama di Kota Pahlawan itu menyeret Zikria Dzatil ke polisi.


“Alasan saya melaporkan, yang pertama karena terus terang yaitu pribadi saya,” tuturnya di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Rabu (5/2/2020) malam.

Perempuan yang sudah dianggap Emak’e Arek-arek Suroboyo itu juga mengaku sangat tersinggung dengan kata-kata ‘kodok betina’.

Menurutnya, kata hinaan yang disematkan Zikria Dzatil kepadanya itu adalah sebuah penghinaan kepada orangtuanya.

“Kalau saya kodok, nanti orang tua saya kodok. Saya tidak ingin orang tua saya direndahkan,” tegasnya.

Alasan kedua, adalah adanya desakan dari masyarakat Surabaya yang tak terima dirinya mendapat hinaan dimaksud.

“Akhirnya saya laporkan pribadi. Dan saya diperiksa pribadi. Jadi bukan atas nama siapapun, tapi saya tanda tangan pribadi,” pungkasnya.