Kasus Jiwasraya, Relawan Jokowi Yakin Moeldoko Tak Terlibat

POJOKSATU.id, JAKARTA- Baru-baru ini seorang yang mengaku Relawan Jokowi dan mantan aktivis 98 mencerca Kepala Staf Presiden , Jenderal Purn. TNI Moeldoko sebagai Pejabat yang tidak becus dan terindikasi terlibat dalam kasus korupsi Jiwasraya.

Serangan itu disebarkan di Medsos oleh Aznil Tan setelah Aznil Tan gagal menjadi Tenaga Ahli Utama KSP. Aznil Tan bahkan sampai meminta Presiden Jokowi mencopot Jenderal Purn. Moeldoko dari KSP

Teddy Syamsuri dari relawan Join Metal (Jokowi-Ma’aruf Amin Menang Total) mengatakan, ocehan dan cercaan Aznil Tan sangat memalukan.

Pasalnya, ocehan Aznil Tan membuktikan sakit hati dan dendam kesumat terhadap Jenderal Purn. Moeldoko


“Diksi- diksi yang digunakannya mirip seperti pertarungan hoaks, ujaran kebencian, fitnah, hujatan dan hasutan seperti ketika masa kampanye pilpres 2019 yang lalu,” kata Teddy Syamsuri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/2).

Menurut Teddy, relawan lebih percaya pada kehati- hatian dan ketelitian Jokowi dalam memilih squad kabinet dan pejabat pejabat penting, termasuk dalam hal Penetapan Moeldoko sebagai KSP pada periode keduanya.

Bahkan, dalam tuduhan Aznil Tan adanya keterlibatan Moeldoko di kasus korupsi Jiwasraya tidak terbukti adanya.

“Pada kenyataannya Kejagung sudah menetapkan 5 tersangka, dan tidak ada nama Moeldoko,” ungkapnya.

Karena itu, Teddy menilai Aznil Tan tidak layak disandingkan menjadi pendukung murni Jokowi. Sebab, ia kerap membuat fitnah dan menyebarkan kabar hoax.

“Saya dan kawan- kawan relawan malah bersyukur bahwa Aznil Tan akhirnya tertolak di staf KSP. Kalau saja Aznil jadi bertengger di lingkungan Istana, saya yakin pasti akan rusak susu sebelanga,” ungkapnya.

Diketahui, Aznil menggunakan Media online untuk memuat dan mengangkat ocehannya terhadap keterlibatan Moeldoko dalam kasus Jiwasraya.

Ocehannya itu pun berupa Link Berita berinisial KATTA, sebuah media online yang memuat berita setengah jadi tanpa check rechek ke pihak pihak berwenang atau yang terkait, atau berita hoax, yang penting bisa meramaikan jagad maya, dan meraup banyak pundi recehan.

Media super hoax seperti inilah yang selalu bermain untuk saling menjatuhkan baik pada Pilpres, Pilkada, atau untuk kepentingan kepentingan tertentu, lambat laun pasti konspirasi hoax Aznil Tan ini pasti terbongkar.

(fir/pojoksatu)