Gara-gara Zikria Dzatil, Wali Kota Surabaya Ramai-ramai Dilaporkan ke Ombudsman

Warga Bogor, Dzikria Dzatil ditangkap Polrestabes Surabaya karena menghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto RMOLJatim
Warga Bogor, Zikria Dzatil ditangkap Polrestabes Surabaya karena menghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Foto RMOLJatim

POJOKSATU.id, JAKARTA – Adhie M. Massardi melaporkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke Ombudman gara-gara kasus Zikria Dzatil.

Mantan Jubir Presiden Gus Dur itu melaporkan Risma karena telah mempolisikan warga Bogor, Jawa Barat itu.

Adhie tak sendiri. Pelaporan dilakukan bersama Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan, aktivis Hatta Taliwang.

Juga Direktur Indonesia Democracy Watch Abdurrahman Syebubakar, advokat UUD 45 Zulkifli Ekomei dan aktivis alumni UI Ramli Kamidin.


Adhie Massardi mengatakan, pelaporan ini didasarkan pada azas kebebasan berpendapat yang diatur Undang-Undang.

Menurutnya, Risma telah mengabaikan hak demokrasi warga negara.

Sementara, sebagai seorang pejabat publik, Risma seharusnya siap menghadapi dan menerima kritikan dari publik.

“Jangan merusak demokrasi hanya karena dia berkuasa,” katanya kepada RMOL, Selasa (4/2/2020).

Berdasarkan data Gerakan Indonesia Bersih, katanya, sebagian besar laporan ujaran kebencian, ternyata banyak dilakukan oleh pejabat publik.

“70 persen dari total yang menggunakan UU ITE pejabat publik,” ujar Adhie.

Banyaknya pelaporan dengan menggunakan UU ITE, menurutnya, membuktikan hasrat kekuasaan pejabat cukup besar.

“Pejabat publik itu harus siap dipuji, tapi harus siap juga dihina,” tegasnya.