Tinggalkan KPK, Jaksa Yadyn Ditarik ke Kejagung, “Saya Sudah Selesaikan Kasus Harun Masiku”

Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: net
Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kejaksaan Agung memutuskan menarik mundur Yadyn Palebangan yang belakangan bertugas sebagai Jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski tidak lagi bertugas di KPK, Yadyn berharap kasus pengurusan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang menjerat kader PDI Perjuangan Harun Masiku, tetap diusut tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ada bentuk tanggung jawab yang saya sudah selesaikan tadi (kasus Harun Masiku),” ucap Jaksa Yadyn kepada wartawan di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/1).

Dia adalah salah seorang tim analisis di kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang juga menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Yadyn ditarik ke institusi asalnya yakni Kejagung RI.

Dia ditarik bersama Jaksa Sugeng per hari ini, Senin (3/2). Yadyn mengaku sedih harus meninggalkan lembaga antirasuah yang telah dihuninya sejak 2014 silam itu. Terlebih, dia ditarik sebelum waktu purna tugasnya yang baru akan berakhir Maret 2024 mendatang.

“Secara pribadi sangat sedih meninggalkan lembaga ini dengan nilai-nilai perjuangannya KPK yang ada disini, bagaimana kita membangun nilai-nilai integritas,” katanya.

Kendati begitu, Yadyn menyatakan dirinya tetap akan menangani perkara di Kejagung. Dia mengaku, Jaksa Agung ST Burhanudin memintanya untuk ikut andil menangani kasus gagal bayar polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya.

“Saya insya allah tetap menangani perkara disana bila diijinkan oleh Pak Jaksa Agung. Tadi setelah selesai sholat Jumat beliau sudah sampaikan insyaAllah nanti diberikan tempat untuk menangani proses di penyidikan Jiwasraya disana,” ujar Yadyn.

(sta/rmol/pojoksatu)

loading...

Berita Terkini