Edan, Pak Haji di Cianjur jadi Otak Pencurian 100 Mobil

Otak gembong sindikat pencurian mobil H Obuy dicecar Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto. Foto: Guruh/PojokSatu.id
Otak gembong sindikat pencurian mobil H Obuy dicecar Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto. Foto: Guruh/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Polres Cianjur berhasil mengungkap sindikat spesialis pencurian kendaraan roda empat dengan muatan.

Tak tanggung-tanggung, sindikat yang dikendalikan oleh H Sobur Hidayat alias H Obuy ini sudah menyikat tak kurang dari 100 kendaraan roda empat berbagai jenis.

Didampingi Kapolsek Warungkondang Kompol Gito, Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menjelaskan, H Obuy selama ini telah beraksi lebih kurang 10 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut, ratusan kendaraan roda empat berhasil digondol oleh empat anak buahnya.


Yakni Dani Ramdani, Dadang alias Jahe dan Jaja Supratman. Sedangkan satu lainnya, Y alias TG, masih buron.

“Tiga anak buahnya sudah kami amankan sebelumnya dan sedang diproses (hukum). Nah, H Obuy ini adalah otaknya. Dia yang menjalankan sindikat ini,” terang Juang di Mapolsek Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jumat (31/12020).

Selama ini, H Obuy sendiri sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak lima tahun lalu. Namun, ia cukup licin dan kerap mengelabui petugas.

“Pelaku pindah-pindah, tidak lama di satu lokasi. Mulai dari Bogor, Sukabumi, Bogor, Bandung dan lain-lain. Jadi muter,” terang Juang.

Perwira Polri asal Sidoarjo, Jawa Timur ini menambahkan, pelaku akhirnya terendus bersembunyi di sebuah lokasi di Kampung Tugu Selatan RT 01 RW 06, Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor.

“Lalu Kapolsek Warungkondang dan anggotanya langsung meluncur ke lokasi dan berhasil menangkap H Obuy,” ujarnya.

Di lokasi tersebut, didapati puluhan kendaraan roda empat berbagai jenis yang sudah dipreteli dan siap dijual terpisah. Hal itu untuk memudahkan penjualan part mobil hasil curian.

“Di Cianjur sudah ada delapan laporan polisi atas sindikat ini. Empat di Kecamatan Warungkondang, dan dua di Kecamatan Cugenang dan Pacet,” terangnya.

Untuk menjalankan aksinya, sindikat ini tergolong cukup profesional. Pasalnya, setiap anggota memiliki peran masing-masing. Mulai dari yang mengamati, mengambil, mempreteli sampai menjual.

“Bahkan kami menduga sindikat ini punya jaringan luar pulau,” kata Juang.

Modus pencurian yang dilakukan sindikat ini adalah mengincar kendaraan roda empat yang memiliki muatan barang di dalamnya. Yakni dengan menggunakan kunci palsu atau kunci T.

“Dan menyasar kendaraan yang diparkir di pinggir jalan atau di garasi. Yang diincar rata-rata mobil dengan muatannya. Jadi mobilnya dan muatannya bisa dijual,” bebernya.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHAP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

“Dan Pasal 480 KUHAP dengan ancaman empat tahun penjara,” pungkas Juang.

Sementara, di depan awak media, H Obuy mengaku mencuri kendaraan roda empat minimal dua kali dalam sepekan dan sudah beraksi sejak 10 tahun lalu.

Ia juga mengaku sengaja berpindah-pindah dan tak lama di satu lokasi untuk mengelabui petugas.

“Uang (penjualan mobil curian) dibuat foya-foya sama menghajikan orangtua sama saya,” ucapnya di depan Kapolres.

H Obuy juga membantah dirinya memiliki beking dari petugas. Hanya saja, ia meyatakan bisa membuat dokumen palsu.

“Enggak (punya beking) Pak, sumpah demi Allah,” jawabnya kepada Juang yang mencecarnya. (ruh/pojoksatu)