Polisi Bongkar Pabrik Miras Oplosan Bermerk, Dipasarkan ke Karyawan Cargo Bandara Soetta

POJOKSATU.id, JAKARTA- Polres Bandara Soekarno-Hatta membongkar sindikat pengoplosan minuman keras bermerek. Dalam kasus ini empat pelaku berhasil diringkua yakni AR, RA, HS, dan S yang merupakan seorang wanita.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan miras oplosan itu beredar di kalangan pekerja Terminal Cargo, Bandara Soetta.

Saat dilakukan penyelidikan, pihaknya berhasil mengamankan berbagai miras dengan merek Chivas Regal, Martell, Jack Daniel, dan lain sebagainya.

“Kita tindaklanjuti Tim mengamankan 4 pelaku di beberapa tempat seperti area Bandara Soetta, Taman sari dan Kembangan Jakbar,” kata Yusri di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (30/1).


Menurut Yusri, barang haram jenis miras itu harganya sangat fantstis. Namun para pelaku menjualnya dengan harga yang sangat miring.

Pasalnya, saat dilakukan pemeriksaan oleh BPOM RI untuk mengetahui kandungan minuman keras tersebut. Ternyata miras oplosan dari berbagai campuran bahan yang membahayakan.

“Harga minuman keras itu hanya harga Rp 300 ribu. Para pelaku menjual Miras oplosan melalui Medsos,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Yusri, para pelaku yang diringkus itu mempunyai peran berbeda, ada yang menjual Miras oplosan melalui Medsos, ada yang memproduksi, dan ada yang mencari botol dan kardus miras bekas serta ada yang mencampur alkohol 90% untuk bahan dasar miras.

“Para pelaku mencampur alkohol 90 persen yang dibeli dari toko kimia dengan minuman berenergi dan bahan-bahan lainnya, sehingga berbahaya bagi tubuh,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, puluhah barang bukti diamankam yakni 42 botol Miras dari berbagai merk, 600 botol kosong
berbagai merk, 57 kardus bekas miras, 2 krat minuman energi merk kratingdeng, 17 botol minuman berkarbonasi merk Big Cola, dan 3 plastik alkohol berkadar 90% dengan kapasitas 4 liter.

Para Tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu Pasal 137 dan atau psl 138 dan atau 142 Jo psl 90 ayat (1) UU No.18 Tahun 2012 tentang pangan. Dan Pasal 62 Jo psl 8 ayat (1) huruf a, e dan i UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

(fir/pojoksatu)