Kisah Pilu Orangtua Anak yang 4 Tahun Dibawa Kabur Sarip di Cianjur, Rumah Dijual Rp500 Ribu

Firdaus, orangtya SA, anak di bawah umur yang empat tahun dibawa kabur Sarip dan kini hamil 9 bulan. Foto: Guruh/PojokSatu.id
Firdaus, orangtya SA, anak di bawah umur yang empat tahun dibawa kabur Sarip dan kini hamil 9 bulan. Foto: Guruh/PojokSatu.id

POJOKSATU.id, CIANJUR – Firdaus, sama sekali tak membayangkan SA, anak keduanya itu dibawa kabur oleh Sarip (54) selama empat tahun ini.

Selain bertetangga, Sarip juga teman sepekerjaan Firdaus yang bekerja sebagai buruh bangunan serabutan.

Firdaus mengaku, anaknya raib bak ditelan bumi empat tahun silam. Kali terakhir ia bertemu dengan SA adalah saat anaknya pamit hendak memijit Sarip.

“Anak saya memang bisa mijit. Sudah beberapa kali mijit Sarip,” tutur Firdaus kepada PojokSatu.id ditemui di Polres Cianjur, Selasa (28/1/2020).


Diceritakannya, selama hilang, dirinya sudah mencari SA kemana-mana. Bahkan, satu-satunya harta berupa rumah berukuran 5 x 3 miliknya terpaksa dijual. Tujuannya, tidak lain untuk biaya mencari SA.

“Saya jual rumah Rp500 ribu buat biaya nyari. Nyari kemana-mana, tapi enggak ketemu,” tuturnya.

Setelah tak lagi memiliki rumah, ia dan keluarganya terpaksa tinggal di sebuah penggilingan padi milik seorang warga yang berbaik hati kepadanya.

“Tinggal di gudang penggilingan padi, karena gak punya rumah,” sambungnya.

Pernah suatu ketika, SA menghubunginya melalui telepon. Akan tetapi, komunikasi itu sangat singkat dan terbatas.

“Ngomongnya cuma sebentar. Katanya, ‘bapak sama ibu enggak usah mengkhawatirkan saya. Saya baik-baik’,” kata Firdaus menirukan perkataan SA dalam sambungan telepon kala itu.