Jaksa Agung Bantah Sebut Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM Berat, tapi Tuding DPR

Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto Jawa Pos
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan, tragedi Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM bukan berasal dari dirinya.


Ia mengaku, dirinya hanya menyampaikan rekomendasi dari DPR RI soal tragedi itu yang dihasilkan pada 2001 silam.

Sebaliknya, pihaknya mengaku siap menuntaskan perkara yang ada dengan syarat bahwa perkara itu memenuhi syarat formil dan materiil.

BACA: Resmi, Gerindra Utus Riza Patria Gantikan Sandiaga Uno, tapi PKS Enggak Ada


Demikian disampaikan DT Buhanuddin kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Karena itu, Kejagung akan tetap bekerja dengan melakukan penelitian apakah memenuhi syarat materil dan formil sehingga bisa dilakukan penyelidikan.

“Itu adalah janji saya. Saya ingin perkara ini tuntas agar tidak jadi beban,” katanya.

Dalam kasus tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Komnas HAM dan Kemenkopolhukam agar bisa dituntaskan.

BACA: Adian Napitupulu Minta Harun Masiku Dilindungi LPSK, KPK: Dilindungi sebagai Apa?

“Kami ingin menuntaskan ini dan tidak ada keinginan untuk memilah kasus, Insya Allah mohon dukungannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, pernyataan Jaksa Agung itu sendiri menuai kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari mantan aktivis 98 Adian Napitupulu.

Politisi PDIP ini menyebut, pernyataan ST Burhanudin itu jelas-jelas sangat menyakiti hati keluarga korban tragedi Semanggi I dan II.