Dilema Wahyu Setiawan Saat Disuap Kader PDIP, “Mereka Semua Senior Saya”

Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan masuk ke dalam mobil tahanan diyang menjemputnya di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) malam. Foto Jawa Pos
Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan masuk ke dalam mobil tahanan diyang menjemputnya di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) malam. Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tersangka suap kasus pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI PDIP, Wahyu Setiawan mengaku sulit menolak permintaan Agustiani Tio Fridelina, untuk mendorong proses PAW Riezky Aprilia oleh Harun Masiku.


Pasalnya, Wahyu menyebutkan kalau Tio, sapaan akrab Agustiani Tio Fridelina, adalah seniornya di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.

“Saya dalam posisi yang sulit, karena orang-orang itu, ada Mbak Tio, Mas Saeful, Mas Doni itu kawan baik saya,” ujar Wahyu dalam sidang pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu, yang diselenggarakan DKPP, di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/1).

Dalam sidang tersebut, Wahyu juga menerangkan bahwa kapasitas Tio, Saeful Bahri dan Donny, saat berbicara tentang PAW Riezky Aprilia adalah sebagai utusan PDIP.

“Saya sudah menjelaskan berkali kali dan saya tidak pernah aktif (di PDIP),” ucap Wahyu.

Oleh karena itu, Wahyu menegaskan bahwa perbuatan korupsi yang dibuktikan oleh KPK terhadap dirinya adalah sikap pribadi.

“Memang dalam berkomunikasi mungkin karena saya anggap Ibu Tio itu senior saya yang sangat saya hormati. Jadi saya bilang sulit situasinya,” ujar Wahyu.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka. Wahyu dan Tio sebagai penerima suap, sementara Harun dan Saeful sebagai pemberi suap.

(sta/rmol/pojoksatu)

loading...

Berita Terkini