Setelah OTT Bupati Sidoarjo, Mahfud MD Ngarep KPK Sikat Mafia Migas

Menko Polhukam Mahfud MD. Foto net
Menko Polhukam Mahfud MD.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memuji KPK yang berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah.


Lewat akun twitternya, Mahfud menyebut OTT Bupati Sidoarjo merupakan bukti bahwa KPK tetap biasa melakukan OTT dengan cepat meski harus mendapatkan izin dari Dewan Pengawas (Dewas).

“Wah, dulu bnyk yg ragu OTT akan bs dilakukan lg. Berdasar UU baru, pasti OTT ini atas izin Dewas KPK. Berarti Dewas bisa memberi izin dgn cepat dan rahasia. Komisioner dan Dewas KPK kompak,” kata Mahfud, Rabu (8/1/2020).


Mahfud berharap KPK juga bisa segera menangani kasus-kasus besar di sektor migas.

“Yg ditunggu lg adl menangani kasus2 besar spt di bidang migas,” tandas Mahfud.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, buka-bukaan soal keberadaan mafia migas.

Ahok mengungkap bahwa mafia migas yang sering-sering disebut oleh Presiden Joko Widodo memang masih ada.

“Mafia iya, orang dalam dan ngajak orang luar. Tujuannya impor dan komisi, hulu sampai hilir biayanya tinggi,” kata Ahok, Senin (6/1/2020).

Menurutnya, yang membuat impor minyak tidak efisien adalah karena kontrak impor minyak bukannya langsung dari produsen. Ditambah, kontraknya juga jangka pendek, hanya 3 sampai 6 bulan.

“Mayoritas dari Singapura yang masuk,” jelas Ahok, seperti dikutip dari CNBC.

(one/pojoksatu)