Soleimani Tewas, Seenaknya Amerika Menyerang dari Negara Lain, Tapi Apa Benar Perintah Trump?

Jenderal Qassem Soleimani
Jenderal Qassem Soleimani

POJOKSATU.id, JAKARTA – Serangan udara Amerika Serikat di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat lalu (3/1), menewaskan kepala pasukan elit Iran al-Quds Jenderal Qassem Soleimani, dan wakil komandan milisi Irak yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Rakyat, Abu Mahdi al-Muhandis.


Tragedi berdarah ini diprediksi bakal mempertegang suasana di Timur Tengah, karena Republik Islam Iran menyatakan siap membalas kejahatan yang dilakukan Amerika.

Demikian pendapat yang dinyatakan Politisi Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban.

Sebab menurut Kaban, penyerangan yang dilakukan Amerika bisa dilihat karena faktor kesengajaan.


“Karena apa yang terjadi ini semacam pembunuhan secara sengaja atas pimpinan militer sebuah negara yang berdaulat,” ucap Kaban saat ditemui di Hotel Gren Alia, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Untuk itu, Kaban menyarankan agar seluruh negara dunia dan bahkan otoritas keamanan dunia bisa melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan atas kejadian ini.

Sebab, muncul kekhawatiran dari Kaban akan tindak semena-mena Amerika atas penyerangan tersebut. Dimana, Amerika menyerang Soleimani bukan di negara asalnya Iran, melainkan di Irak.

“Saya cenderung harusnya itu dituntut. Dilakukan penyelidikan penyidikan, benarkah itu dilakukan oleh pemerintah resmi Presiden Amerika (Donald Trump). Supaya kedaulatan setiap negara itu diakui,” ujar Kaban.

“Itu kan dilakukan di Irak. Jadi enak aja intervensi-intervensi seperti itu. Nanti kapan saja, dimana saja, bisa ada tindakan-tindakan yang tidak memperhatikan jurisdiksi,” sambungnya.

(sta/rmol/pojoksatu)