Anies Janji Akhir 2019 Jakarta Bebas Banjir, Nyatanya Malah Porak Poranda di Awal 2020

Anies Baswedan datangi para korban banjir. (Twitter/ChristWamea)
Anies Baswedan datangi para korban banjir. (Twitter/ChristWamea)

Kendati demikian, Ari menyatakan bahwa masalah banjir ini tidak cukup bisa membawa Anies ke pemakzulan.

“Saya kira wacana pemakzulan di DPRD DKI sulit terwujud karena persoalan banjir belaka,” ulasnya.

Menurutnya, selama ada unsur kepentingan antara legeslatif dan eksekutif yang cukup kuat, hal itu sulit terealiasai.

BACA: Fokus Jangka Pendek, Anies Ditagih Blue Print Banjir Jangka Panjang, Kayak Gimana Sih?


“Ide impeachment hanya utopia belaka,” pungkas Ari.

Sebelumnya, Anies Baswedan menyebut wilaya yang terkena banjir bukan hanya wilaya yang sungainya belum dinormalisasi.

“Yang terkena banjir itu di berbagai wilayah. Jadi ini bukan sekadar soal yang belum kena normalisasi saja, nyatanya yang sudah ada normalisasi juga terkena banjir,” ujar mantan Menteri Pendidikan tersebut seperti dilansir Antara, Kamis (2/1).

BACA: BMKG Dikonfrontir, “Kenapa di Website Resmi DKI Aman Banjir, Tapi Kenyataannya Meleset?”

Ia bersikukuh, banjir Jakarta baru akan bisa diatasi dengan mengendalikan air dari daerah hulu, seperti membangun kolam-kolam pengontrol air.

“Pengendalian air di kawasan hulu dengan membangun dam, waduk, embung, sehingga ada kolam-kolam retensi untuk mengontrol, mengendalikan, volume air yang bergerak ke arah hilir,” kata Anies.

Sebaliknya, ia menimpakan pembangunan kolam-kolam air itu kepada pemerintah pusat.

BACA: Pengamat: Warga Rindu Ahok Tangani Banjir Jakarta

“Tetapi itu semua kan kewenangannya di pusat ya. Jadi kita lihat nanti pemerintah pusat,” katanya.

(ruh/pojoksatu)