Natal Diisi Selawat dan Tari Sufi di Gereja, Lihat Videonya

Selawat dan tarian sufi iringi Natal di gereja Malang
Selawat dan tarian sufi iringi Natal di gereja Malang

POJOKSATU.id, MALANG – Sejumlah anggota Hadrah Gusdurian melantunkan selawat dan menampilkan tari sufi di sebuah gereja Katolik di Malang, Jawa Timur.


Tari sufi yang terinspirasi dari filsuf dan penyair besar Islam, Maulana Jalaluddin Rumi ditampilkan di dalam gereja.

Pukulan rebana mengiringi tarian sufi. Para penari berputar hingga rok yang mereka dikenakan mengembang. Semakin lama semakin kencang.

Di akhir pertunjukan, tepuk tangan menggaung di Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius Paolo yang ada di Malang ini.


Pemandangan ini merupakan sebuah potret persaudaraan tanpa sekat. Ya, tahun ini gereja yang ada di Jalan Ananas 41 Malang di Malang tersebut benar-benar mendobrak pakem natalan pada umumnya.

Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Paroki Santo Vincentius A Paulo Langsep, Kristien Yuliarti menyebut pihaknya sengaja mengundang Gusdurian Malang dalam prosesi Misa pada perayaan Natal, Rabu (25/12).

“Jadi sebenarnya teman-teman Gusdurian ini punya kegiatan safari ke beberapa gereja. Mereka ingin berkunjung menyumbang shalawatan dan tari sufi,” tutur Kristien.

Gusdurian menampilkan tarian sufi di gereja Malang
Gusdurian menampilkan tarian sufi di gereja Malang

Ke delapan santri yang hadir di tengah jemaat Misa Natal ikut masuki pelataran Gereja Katolik Paroki yang ada di daerah Langsep, Kota Malang tersebut.

Dengan iringan musik hadrah mengiringi Salib yang dibawa. Suara lonceng pun bergema menandai dimulainya misa.

“Selesai ibadah kita ramah tamah dan saling mengenal, karena belum banyak umat kita yang tahu apa itu Gusdurian,” tukas Kristien.

Kristien menyebut silaturahmi persaudaraan para teman-teman Gusdurian ini perlu dilakukan untuk menjaga toleransi.

“Ini sesuai dengan tema Natal tahun ini yaitu hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang,” imbuhnya.

Kristien mengaku sangat senang dan bahagia dengan kedatangan dari teman-teman Gusdurian Malang.

“Sebuah kebanggan dan kebahagiaan dari kami kedatangan teman-teman dari Gusdurian Malang,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Anggota Gusdurian, Kurniawan Eko Supeno, mengatakan, selawat dan tarian sufi yang ditampilkan para pecinta Gus Dur ini merupakan sebuah bentuk silaturahmi persaudaraan.

Dalam delapan ajaran Gus Dur, itu salah satunya ada kearifan lokal selama ini tidak mengganggu ibadah maka budaya lokal itu dapat dimasukkan.

“Ketika prosesi-prosesi agama itu selesai bisa dimasukkan. Misal selesai Maulid Nabi bisa dilakukan dengan rebanaan,” terangnya.

Berikut ini video santri menampilkan tarian sufi dan selawat di acara Natal di Malang:

(radarmalang/pojoksatu)