Ustaz Tengku Zulkarnain Sentil PDIP Terkait Skandal Jiwasraya

Tengku Zulkarnain
Tengku Zulkarnain

POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain angkat bicara terkait skandal Jiwasraya yang merugikan negara Rp13,7 triliun.

Ia mempertanyakan peran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hingga kini belum memberikan pernyataan terkait Jiwasraya.

“Kemana suara PPATK dan OJK atas kasus jebloknya 13.7 trilyun uang Jiwasraya?,” kata Tengku Zulkarnain di akun Twitternya, Kamis (26/12/2019).

Ia juga mempertanyakan peran polisi dalam kasus perusahaan asuransi jiwa milik pemerintah tersebut.

“Polisi belum dilibatkan juga? Perusahaan tempat investasi uang Jiwasraya milik siapa, sih? Jangan senyap aja. Itu bukan uang warisan. Itu uang rakyat,” tegasnya.

Ustaz berdarah Melayu Deli dan Riau itu lantas membandingkan kasus Jiwasraya dengan Bank Century.

Ia menyentil PDIP yang getol membongkar kasus Bank Century hingga terbentuk Pansus Bank Century di DPR RI.

Namun ketika berkuasa, PDIP malah terkesan diam dengan kasus Jiwasraya.

Ketua DPR dari PDIP, Puan Maharani juga seolah cuek dengan skandal Jiwasraya. Padahal, Puan seharusnya mendorong pembentukan Panus Jiwasraya di DPR.

“Saat korupsi bank Century terjadi, Indonesia GEGER. Ada satu Partai yg sangat sangar minta semua diusut. Pelaku dipenjara 21 tahun,” katanya.

“Tukar rezim, dia dapat remisi 64% dr hanya 10 tahun dr masa yg dijalaninya.
Kini Jiwasraya MELEDAK 13.7 T. Mana suara mrk? Ketua DPR RI diam?,” tandas Tengku Zulkarnain.

Sebelumnya, Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra mengatakan skandal harus diusut secara kesinambungan oleh lembaga terkait, tak terkecuali bagi OJK dan PPATK.

Namun sejauh ini, dua lembaga tersebut seakan bungkam dan belum menampakkan kinerjanya.

“PPATK dan OJK seharusnya buka suara untuk kasus ini, namun kok belum muncul. Kasus penempatan uang judi kepala daerah (di rekening kasino) saja PPATK bisa deteksi dan bikin heboh. Ini (kasus Jiwasraya) kok belum ya?” kata Azmi Syahputra dalam keterangan tertulisnya.

(one/pojoksatu)

loading...

Berita Terkini