Melawan, Ketua DPP Hanura: Wiranto Berkepribadian Ganda

Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Wiranto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Foto ist
Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Wiranto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Foto ist

Baginya, hasil Munas Bambu Apus yang mencantumkan jabatan Dewan Pembina di struktural partai secara otomatis sudah tidak berlaku.

Sebab kepengurusan sah mengacu pada putusan Menkumham tanggal 25 November 2015.

“Jadi langsung Dewan Penasihat Partai Hanura kemudian masuk ke Dewan Kehormatan Partai Hanura, kemudian masuk ke DPP tentu ketumnya Pak OSO (Oesman Sapta Odang),” urai Benny sembari membentangkan lembaran kertas di hadapan wartawan.

BACA: Ngotot Maju, Gibran Bakal Bikin Suara PDIP Pecah


“Jadi kami tidak menganggap Munas yang digelar di Bambu Apus, karena SK Menkumham mengesahkan SK Kepengurusan hasil Munas di Solo,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wiranto menegaskan, dirinya merasa tidak harus mengundurkan diri dari posisinya di partai.

Ia beralasan, tidak ada aturan dalam undang-undang seorang Dewan Pembina Partai harus mundur kendati menjabat sebagai Wantimpres.

Sebaliknya, yang dilarang dalam Undang-Undang itu jika menjabat sebagai ketua umum atau sebutan lain.

BACA: Maaf, Gibran Kalah dengan Petahana

“Atau menjadi anggota badan pengurus harian. Selain itu diizinkan,” kata Wiranto seusai menjalani serah terima jabatan Wantimpres Senin (16/12).

Karena itu, ia meminta agar tidak ada lagi komentar yang memintanya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Dewan Pembina Partai Hanura atau dianggap melakukan rangkap jabatan.