Wantimpres Ini Pembisik Presiden, Kalau Salah Jokowi Bisa Bunuh Diri

Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Wiranto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Foto ist
Presiden Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Wiranto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Foto ist

Selain itu, anggota Wantimpres juga harus benar-benar teruji kenegarawanannya dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi juga mampu berpikir jernih.

“Serta mampu berdiri di atas semua kelompok dan golongan tanpa membeda bedakan entitas agama, budaya, suku, etnis dan ras,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Wantimpres juga merupakan lembaga strategis. Menurutnya, kesalahan mengangkat Wantimpres bisa menjadi blunder dan masalah.

BACA: Garuda Punya Cucu Tauberes, Erick Thohir Harus Beres-beres: Penyakit Akut


“Wantimpres ini kan pembisik presiden. Kalau mereka salah membisikkan informasi yang keliru dan masukan yang salah, Jokowi bisa bunuh diri,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan pengamat politik Dedi Kurnia Syah yang menilai Wantimpres cuma mengakomodasi kepentingan parpol dan pengusaha.

“Sembilan nama yang dipilih hemat saya antiklimaks, terlalu dominan tokoh politik dan korporasi,” ujarnya kepada JPNN.com, Minggu (15/12/2019).

Dengan begitu, sambungnya, makin menguatkan posisi parpol dalam keputusan-keputusan Presiden.

BACA: Beri Penghargaan Diskotik, GNPF Ulama ajak Masyarakat Dukung Anies Baswedan

“Meskipun ada tokoh netral semacam Yang Terhormat Muhammad Luthfi,” jelasnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion itu menambahkan, Indonesia punya banyak tokoh bangsa yang memiliki pandangan mendalam.

Dedi menegaskan, seharusnya Jokowi memilih tokoh-tokoh bangsa menjadi Wantimpres.