PBNU: Pelaku Persekusi Banser adalah Korban Dai Provokator

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) angkat bicara terkait kasus persekusi dua anggota Banser NU di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.


“Menurut saya, (pelaku) korban dari dai-dai yang dalam ceramahnya bukan mengajak pada perdamaian, persatuan, ukhuwah, tapi justru saling memprovokasi,” kata Helmy ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (2/12/2019).

Ia menyebut, kejadian itu sejalan dengan perkembangan ideologi takfiri di Indonesia.


Dimana banyak orang dengan mudah mengkafirkan atau mengancam membunuh orang lain yang tak sepandangan.

Karena itu, pihaknya menilai bahwa para pendakwah yang demikian, tidak sesuai dengan ajaran Islam.

BACA: Pelaku Persekusi Banser Lari Sembunyi di Padepokan, Taubat dan Menenangkan Diri

Terlebih, dalam Alquran disebutkan, Allah SWT menciptakan manusia dengan segala perbedaan agar saling mengenal.

“Perbedaan adalah rahmat, dan Allah menciptakan manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa, itu tujuannya untuk li ta’arafu, saling mengenal,” jelasnya.

Lebih jauh, hal itu juga dimaksudkan agar semua manusia bisa saling bekerjasama satu sama lainnya.

“Dalam konteks normatif, bukan hanya mengenal, tapi dalam konteks lebih jauh bisa membangun kerja sama,” tuturnya.