PDIP Laporkan Rocky Gerung Ke Polisi Dilawan Nasdem, “Balas Pakai Pemikiran”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Partai koalisi pemerintah, Nasdem memberikan pendapatnya perihal pernyataan Rocky Gerung yang menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memahami nilai-nilai Pancasila.


Diungkapkan oleh Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, pernyataan Rocky Gerung tidak penting untuk dikeluarkan.

Menurutnya, yang terpenting adalah bukan paham atau tidaknya Jokowi terhadap Pancasila, namun komitmennya terhadap konstitusi dan ideologi negara yang telah menjadi kesepakatan bersama.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI, Willi juga menilai, justru Jokowi telah mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila, hanya saja berbeda dengan yang dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya.


“Justru Pak Jokowi mempraktikan nilai-nilai Pancasila yang lebih membumi, baik dalam kepribadian dan kepemimpinan yang bisa menjadi teladan atau role model,” ujarnya seperti yang dimuat situs resmi Partai Nasdem, Senin (9/12).

Sehingga, menurut Willy, pendapat Rocky Gerung yang menilai kebijakan Jokowi tidak Pancasilais adalah keliru karena tidak bisa dinilai dari kebijakan teknis semata.

“Itu tidak apple to apple. Apalagi kalau kebijakannya hasil bersama, tidak bisa dia hanya dituduhkan terhadap sosok presiden seorang. Soal amdal dan IMB itu turunan dari konstitusi, bukan turunan dari ideologi. Kalau dinilai bertentangan, lihat konstitusinya. Benar tidak dia bertentangan dengan konstitusi,” jelas Willy.

Meski demikian, Willy tidak sependapat jika argumen dari Rocky Gerung dilaporkan ke polisi karena hanya akan memperkeruh suasana.
Sebagai negara demokrasi, substansi pernyataan Rocky Gerung adalah hal yang biasa, tidak ada unsur hasutan atau hate speech.

“Gagasan dilawan dengan gagasan, pandangan dilawan dengan pandangan, pemikiran direspons dengan pemikiran,” pungkas Willy.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Henry Yosodiningrat resmi melaporkan pengamat politik Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (9/12).

Henry memperkarakan Rocky terkait pernyataanya yang menyebut Presiden Joko Widodo tidak paham dengan Pancasila.

“Saya mau melaporkan Rocky Gerung karena saya mendapatkan video rekaman dan transkrip dari rekaman dia waktu acara ILC yang terkahir itu,” kata Henry di kantor Bareskrim.

(sta/rmol/pojoksatu)