Cuitan Perwira TNI Soal Diskon Natal Dianggap Pecah Belah Umat

Kamto Adi. Foto Twitter/@kamto_adi_
Kamto Adi. Foto Twitter/@kamto_adi_

POJOKSATU.id, JAKARTA – Oknum perwira TNI AU, Mayor Pnb Kamto Adi dihujat warganet lantaran cuitan soal diskon Natal yang dianggap menyinggung umat Islam.

Warganet pun mengadukan cuitan Kamto Adi ke Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI). Sebab, Kamto Adi dianggap memecah belah umat.

“Saya sebagai sipil biasa saat ini, sangat mengecam keras narasi seorang Prajurit @Puspen_TNI ini. Narasi memecah belah dan saya harap agar sahabat di @_TNIAU mampu mengontrol sikap prajurit ketika bermedsos. Ada Sapta dan Sumpah Prajurit. Swa Bhuwana Paksa,” kata pemilik akun @JackVardan, Senin (2/12/2019).

BACA: Perwira TNI Sindir Islam Radikal: Pas Ada Diskonan Natal, Maju Paling Depan

Ia mengingatkan Kamto Adi tentang Saptamarga yang seharusnya dipegangu teguh oleh anggota TNI.

“Sapta, poin 5; Kami Prajurit Tentara Nasional Indonesia, memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan Prajurit,” kata @JackVardan yang memiliki 55 ribu followers di Twitter.

“Sumpah, poin 2; Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin keprajuritan. Anda prajurit?” tambahnya.

Ia juga menyoroti cuitan Kamto lainnya yang mengajak umat untuk hidup berdampingan dengan segala keanekaragaman serta saling menghormati dan menghargai.

“Indonesia tidak akan baik dan terjaga. Twit anda sebagai prajurit justeru membuka problem baru, Pancasila Sila Persatuan Indonesia, anda benturkan dengan narasi berbau agama,” kata @JackVardan.

“Sapta bukan dibibir, Pancasila bukan merk, sumpahmu sebagai prajurit atas nama Allah,” tandasnya.

BACA: Kamto Adi Viral Lagi, Dulu Dipuji Sekarang Dihujat

Sebelumnya, Kamto Adi membuat heboh jagad maya dengan cuitannya soal diskon Natal.

“Teriak-teriak: harus seiman, harus seakidah, harus segolongan, tegakkan khilafah, anti dengan umat lain. Tapi pas ada diskonan natal, maju paling depan,” katanya di akun Twitter @kamto_adi, Minggu 1 Desember 2019.

(one/pojoksatu)