Bersama BPJAMSOSTEK, Pemkot Bogor Serahkan Santunan Kematian Kepada Ahli Waris Guru Ngaji

Bersama BPJAMSOSTEK, Pemkot Bogor Serahkan Santunan Kematian Kepada Ahli Waris Guru Ngaji

POJOKSATU.id, Bogor – Pemerintah Kota Bogor mengupayakan untuk dapat menambah insentif sekaligus kuota guru ngaji dari tahun ini yang baru mencapai 2.500 guru ngaji se-Kota Bogor pada tahun 2020.

Dalam penyerahan insentif tahap 2 tahun 2019 ini sekaligus dilakukan sosialisasi program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kepada 248 guru ngaji di Kecamatan Bogor Utara yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

Penyerahan santunan kematian oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bogor Dody Ahdiat di Masjid Al-Quba Tegal Gundil Kecamatan Bogor Utara kepada ahli waris Almh. Yeyet Sumiati, Rabu (27/11/2019).

Dody mengatakan dalam sambutannya mengatakan, insentif yang diberikan Rp. 100 ribu per bulan itu dibayarkan setiap enam bulan sekali, jumlah yang diterima Rp. 567.600 karena ada potongan Rp. 5.400 untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan.


Ia menuturkan di tahun depan Pemerintah Kota Bogor mengupayakan untuk dapat menambah insentif sekaligus kuota guru ngaji dari tahun ini yang baru mencapai 2.500 guru ngaji se-Kota Bogor.

Pasalnya potensi guru ngaji di Kota Bogor akan semakin meningkat, acara pemberian insentif ini kedepannya tidak hanya seremonial saja melainkan nanti kami bekerjasama dengan berbagai organisasi keagamaan untuk memberikan materi kepada guru ngaji agar para guru ngaji bisa mendidik muridnya dengan lebih baik, imbuhnya.

Chairul Arianto Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Kota mengungkapkan sangat mendukung dengan program Pemerintah Kota Bogor dalam memberikan insentif dan sekaligus mendaftarkan sebagi peserta BPJAMSOSTEK sehingga para guru ngaji mendapatkan perlindungan dari program JKK dan JKM.