Kontroversi Bahasa Inggris Dihapus, SMA Cuma 6 Mata Pelajaran

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto Jawa Pos
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Rencana mengubah kurikulum pendidikan menuai kontroversi. Dalam kurikulum baru nanti, mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP dan SMA akan dihapus.


Pelajaran Bahasa Inggris difokuskan pada percakapan, bukan tata bahasa. Sehingga anak SD diharapkan sudah mampu berkomunikasi bahasa Inggris sejak SD.

Selain itu, jumlah mata pelajaran (mapel) di SMP maksimal 5 mapel dengan basis utama pembelajaran pada Coding. Sedangkan di SMA maksimal 6 mapel tanpa penjurusan lagi. Siswa yang ingin fokus pada keahlian tertentu dipersilakan memilih SMK.

Wacana penghapusan mapel Bahasa Inggris dan pengurangan mapel di SMP dan SMA merupakan usulan dari Ikatan Guru Indonesia (IGI).


IGI sendiri mengusulkan 10 butir perubahan yang disebutnya revolusi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.

10 butir itu diusulkan IGI saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengundang 22 organisasi guru dan komunitas guru pada 4 November 2019.

BACA: Surat Terbuka Dosen UGM Kuliti 10 Gebrakan Nadiem Makarim, “Anda Gagal Paham”

Pada kesempatan tersebut, 22 organisasi guru menyampaikan usulannya masing-masing kepada Nadiem Makarim, termasuk IGI.

Sayangnya, setelah pertemuan itu, 10 butir usulan IGI diviralkan di media sosial. Bahkan, judulnya diganti menjadi “GEBRAKAN NADIEM”. Padahal, yang benar adalah usulan IGI.