Nadiem Makarim jadi Mendikbud Gak Salah, Jokowi yang Salah

Mendikbud Nadiem Makarim. Foto Jawa Pos
Mendikbud Nadiem Makarim. Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sosiolog dari Universitas Indonesia Tamrin Amal Tomagola menilai pemilihan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sudah tepat.

Hanya saja, kebijakan Nadiem yang berlatar belakang ekonom digital itu, belum siap untuk diterapkan seorang presiden seperti Joko Widodo (Jokowi).

Keputusan memilih Nadiem itu, dinilainya sebagai keinginan Jokowi yang ingin mengedepankan perbaikan di sektor sumber daya manusia (SDM) dalam rangka menghadapi persaingan global 4.0 dan 5.0.

BACA: Hasil Survei LSI: Ada Masyarakat Ingin Pancasila dan UUD Diganti Syariat Islam


Sayangnya, Jokowi malah belum menyiapkan aturan pendidikan dan ekonomi yang relevan dengan 4.0 dan 5.0, khususnya dengan kualifikasi keilmuan Nadiem.

Semestinya, antara apa yang ingin dihasilkan Nadiem dengan kebijakan ekonomi pemerintah sudah harus mengarah ke sana.

Demikian disampaikan Tamrin dalam acara rilis hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) di kawasan Menteng, jakarta Pusat, Minggu (3/11/2019).

“Yang belum benar itu adalah pada saat Jokowi menaruh Nadiem di situ, dia belum mengubah kebijakan ekonomi yang dasarnya dari ekstraktif ke produktif,” ujarnya.

BACA: Hasil Survei LSI: Periode Kedua Jokowi Masyarakat Makin Serba Ketakutan

Tamrin menganggap kualifikasi Nadiem sudah tepat untuk menciptakan SDM Indonesia yang siap menghadapi ekonomi masa depan.

“Nadiem itu sudah benar ditaruh di situ (Mendikbud), karena dia tahu tentang ekonomi masa depan. Yang terpengaruh dengan 4.0 dan 5.0 itu,” jelas dia.