Hasil Survei LSI: Ada Masyarakat Ingin Pancasila dan UUD Diganti Syariat Islam

Rilis survei LSI 'Tantangan Intoleransi dan Kebebasan Sipil serta Modal Kerja pada Periode Kedua Pemerintahan Joko Widodo' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/11/2019).
Rilis survei LSI 'Tantangan Intoleransi dan Kebebasan Sipil serta Modal Kerja pada Periode Kedua Pemerintahan Joko Widodo' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/11/2019).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkap, ada masyarakat muslim Indonesia yang menghendaki Pancasila dan UUD 45 diganti dengan syariat Islam.

Dalam hasil survei tersebut, sebanyak empat persen responden merasa Pancasila dan UUD tidak cocok lantaran bertentangan dengan ajaran Islam.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam rilis survei nasional ‘Tantangan Intoleransi dan Kebebasan Sipil serta Modal Kerja pada Periode Kedua Pemerintahan Joko Widodo’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/11/2019).

BACA: Hasil Survei LSI: Periode Kedua Jokowi Masyarakat Makin Serba Ketakutan


Djayadi juga memotret ada 1,8 persen responden muslim merasa kurang cocok dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar sebagai pedoman bangsa.

Karena itu, dua pedoman tadi harus diganti dengan paham atau ideologi yang lain, selain syariat Islam.

Akan tetapi, sebagian besar masyarakat menilai Pancasila dan UUD adalah yang terbaik bagi Indonesia.

“86,5 persen responden muslim menilai Pancasila dan Undang-undang Dasar yang sekarang adalah terbaik bagi kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Djayadi.

BACA: Hasil Survei LSI: Intoleransi Periode Kedua Jokowi Masih Buruk

Djayadi juga memprihatinkan pemerintah terlalu fokus terhadap perlawanan kepada mereka yang anti-Pancasila dan UUD.

Seharusnya, pemerintah fokus pada penguatan Pancasila dan UUD mengingat mayoritas umat muslim sudah final dengan dua pedoman tersebut.

“Sekarang Pemerintahan Jokowi lebih fokus yang empat persen itu sehingga riak di masyarakat. Harusnya fokus saja di penguatan Pancasila dan UUD,” jelasnya.

BACA: Menag Fachrul Razi Ngaku Menteri Semua Agama, Tapi Terungkap Fakta Ngawur

Untuk diketahui, survei ini digelar pada 8-17 September 2019 dengan melibatkan 1.550 responden yang terpilih secara acak di seluruh Indonesia.

Jumlah responden muslim sebanayak 88,7 persen dan non-muslim 8,3 persen.

Adapun margin of error kurang lebih 2,5 persen dengan tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen.

(jpg/ruh/pojoksatu)