Alat Vital Memar Hingga Tewas, 3 Tersangka Pembunuh Mahasiswa Tak Ditahan

Para pengcara mendampingi tersangka di Mapolres Ogan Ilir. Foto: Sardinan/Sumeks.co
Para pengcara mendampingi tersangka di Mapolres Ogan Ilir. Foto: Sardinan/Sumeks.co

POJOKSATU.id, OGAN ILIR – Polres Ogan Ilir (OI) menetapkan tiga tersangka penganiayaan yang menyebabkan mahasiswa bernama Muhammad Akbar meninggal dunia.

Muhammad Akbar adalah mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) yang menjadi peserta Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa (Diksar Menwa).

Ia meninggal saat mengikuti Pra Diksar Menwa. Dari hasil visum, terdapat luka memar pada alat vital korban, luka di kepala, dada dan perut akibat pukulan benda tumpul.

Selain mahasiswa Unitas, mayortas peserta pra Diksar Menwa berasal dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). Kegiatan pra Diksa Menwa dilaksanakan pada 16 Oktober 2019 di Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI).


“Kami sudah menetapkan tiga tersangkanya. Mereka adalah panitia di kegiatan diksar,” ujar Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi melalui Kasat Reskrim AKP Malik Fahrin Jumat (1/11).

Siapa aja mereka? “Nanti saja Senin, kita akan mengungkap kasus ini secara lengkap,” katanya.

AKP Malik Fahrin menyebutkan bahwa para tersangka merupakan panitia Diksar Menwa.

“Pokoknya kami sudah menetapkan tiga tersangkanya. Mereka adalah panitia kegiatan Pra Diksar, yang menganiaya korban. Senin ya,” katanya.

Penetapan ketiga Tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara di Mapolda Sumsel, pada Selasa (29/10) lalu.

Hasil gelar perkara menemukan petunjuk ada tindak pidana yang dilakukan ketiga panitia.

“Penetapan tersangka setelah kita gelar perkara di Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel, juga melibatkan satker lainnya. Sesuai dengan panggilan jadwal, ketiga tersangka hari ini memenuhi panggilan untuk menjalani pemeriksaan kembali,” katanya.

Siapa aja pantia yang diduga melakukan kekerasan terhadap korban dan sudah ditetapkan jadi tersangka tersebut? Mahasiswa UMP?

”Ya. Pokoknya Senin nanti ya nama-namanya,” jelasnya.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, para terduga pelaku tidak ditahan.

Masih kata AKP Malik Fahrin, sebelum dilakukan penetapan tersangka, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan 23 saksi.

Seperti diketahui, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Taman Siswa tewas saat kegiatan Diksar Menwa . Sebelum tewas, mahasiswa semester III itu diketahui sempat mengalami keram kaki dan dilarikan ke rumah sakit Ar Royan di Indralaya.

Keluarga yang curiga, dengan tewasnya korban tidak terima dan melapor ke polres Ogan ilir. Kemudian mayat korban yang sudah dimakamkan dibongkar kembali. Dari hasil visum ada luka memar pada alat vital korban, luka di kepala, dada dan perut akibat pukulan benda tumpul.

(sid/ckm/dho/sumeks)