Kronologi Pembunuhan ASN Kementerian PU, Kesal karena Lelang Mobil


POJOKSATU.id, JAKARTA- Nyawa Aprianita (50) yang sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan dengan jasad dikubur dan dicor di TPU Kandang Kawat Palembang dihabisi oleh temannya sendiri, Yudi Tama (41).

Pelaku tega menghabisi nyawa ASN Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Satuan Kerja Metropolis Palembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan menguburnya di kedalaman sekitar 50 cm di antara makam yang ada di TPU Kandang Kawat karena masalah utang.

Yudi yang telah mengenal korban sejak 2018 saat sama-sama bekerja di satu kantor mengaku awalnya tak berniat membunuh korban. Namun, rencana itu disarankan pamannya, NV yang saat ini masih buron.

“Saya menyerahkan uang Rp15 juta untuk membunuh korban,” katanya saat diamankan di Polda Sumsel, Jumat (25/10).

Dirinya mengaku kesal dengan korban karena terus-terusan ditagih uang yang sebelumnya diberikan korban untuk membeli mobil hasil lelang. Saat itu Aprianita memberi uang sebesar Rp145 juta kepada pelaku untuk membeli mobil tersebut, namun korban tak kunjung mendapat mobil yang dimaksud.

Akhirnya, Aprianita menagih uangnya agar dikembalikan. Untuk tahap pertama, Yudi memberikan uang sebesar Rp50 juta kepada korban dan pada 9 Oktober atau sebelum diketahui menghilang, Aprianita sempat meminta uang Rp 35juta.

Karena ditagih, pelaku yang tak mempunyai uang merasa kesal dan setelah mendapat saran dari NV untuk menghabisi korban, keduanya pun mulai menyusun rencana, yakni mengajak korban berkeliling menggunakan mobil.

Di dalam mobil, rencana pembunuhan diawali dengan membuat korban lemas setelah meminum air mineral yang telah dengan obat tetes mata oleh pelaku dan diiringi dengan jeratan oleh salah satu pelaku menggunakan tali tambang hingga korban meninggal dunia, meski korban sempat meronta dan meminta tolong.

Setelah korban tak bernyawa, pelaku mulai mencari cara menghilangkan jejak, hingga akhirnya jasad korban diletakan di TPU Kandang Kawat Palembang dengan posisi kaki terikat tali. “Soal penguburannya, saya tidak tahu karena itu urusan NV dan salah satu rekannya,” tutur Yudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 9 Oktober, korban dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel. Saat itu keluarga mencurigai jika Nita diculik karena tindak-tanduk yang tak biasa pada korban. Serta adanya aliran dana dari rekening korban sebesar Rp145 juta.

Atas laporan orang hilang tersebut, polisi memulai penyelidikan serta pencarian terhadap korban dengan memeriksa beberapa saksi. Setelah mendapat petunjuk, polisi datang ke TPU Kandang Kawat untuk menggali lokasi tempat yang diduga menjadi lokasi jenazah korban dikubur.

Meski jasad korban bisa ditemukan, namun tim dari Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel sempat kesulitan dan harus lima kali mengganti tempat dan setelah ditemukan, jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang guna keperluan otopsi.

(dhe/pojoksatu/rmol)

Loading...