Hari Ini Sumpah Jabatan di Makam Keramat Rato Ebu

Yuliadi Setiawan
Yuliadi Setiawan

POJOKSATU.id, SAMPANG – Bupati Sampang Slamet Junaidi dijadwalkan melantik dan mengambil sumpah jabatan para pejabat eselon II di pelataran makam keramat Rato Ebu.

Pelantikan ini berjarak tiga bulan dari proses asesmen yang berlangsung pada Juli 2019 lalu.

Pj Sekkab Sampang Yuliadi Setiawan mengatakan, pelantikan pejabat eselon II ini akan dikonsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Jika biasanya pelantikan dilakukan di pendapa, hari ini akan digelar di pelataran Makam Rato Ebu, Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Sampang.


Tempat tersebut sengaja dipilih sebagai lokasi pelantikan pejabat eselon II karena memiliki nilai historis dan sakral.

”Ya, besok (hari ini, red) pelantikan. Insyaallah di pelataran kompleks Makam Rato Ebu, Madegan,” jelas Yuliadi Setiawan, Kamis (24/10) kemarin.

Ada beberapa alasan mengapa pelantikan digelar di pelataran Makam Rato Ebu, Madegan.

Pertama, bupati ingin memberikan nuansa yang berbeda. Apalagi, Madegan memang memiliki sejarah panjang tentang perjalanan pemerintahan Sampang.

”Di Madegan ini kan dulu merupakan tempat kerajaan Sampang. Setidaknya, belajar mengingat kembali bahwa dulu Madegan itu tempat aktivitas kerajaan,” jelasnya.

”Kedua, di sini kan memang menjadi tempat sumpah dan sebagainya. Barangkali ada jalinan rohani dan lain sebagainya,” tegasnya.

Tempat Sumpah Pocong

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Sampang Fadol menyambut baik pelantikan di tempat sakral itu.

Menurutnya, pelataran Makam Rato Ebu memang terkenal sebagai tempat sakral. Bahkan, puluhan tahun yang lalu di tempat itu dijadikan lokasi sumpah pocong.

”Ya mungkin Bapak Bupati ingin agar para pejabat eselon II itu benar-benar menjalankan sumpah jabatannya dengan baik,” kata politikus PKB itu.

”Bapak Bupati menginginkan penataan birokrasi yang lebih baik. Salah satunya ya melalui pengambilan sumpah di tempat yang sakral itu,” imbuhnya.

Kepada para eselon II yang akan dilantik, dia meminta untuk bekerja dengan optimal. Apa yang menjadi visi misi bupati hendaknya bisa diterjemahkan menjadi program-program nyata.

Pejabat eselon II menurutnya punya andil besar atas sukses tidaknya pemerintahan di masa-masa yang akan datang.

”Saya tidak tahu komposisinya seperti apa. Siapa menjabat apa. Tapi, karena proses seleksinya ini sudah berlangsung tiga bulan, pasti Bapak Bupati sudah punya pertimbangan yang matang dalam menempatkan pejabat eselon II,” tukasnya.

(mr/mam/han/bas/jpr)