Polisi Amankan Dua Pisau dan Catatan ISIS dari Teroris Cengkareng, Satu Jaringan dengan Penikam Wiranto?

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono

POJOKSATU.id, JAKARTA – Detasement Khusus 88 Antiteror kembali menangkap terduga teroris bernama Taufik Hidayat di kawasan Bambu Larangan, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (11/10).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, dari penangkapan pelaku diamankan beberapa barang bukti berupa dua buah bendera, ikat kepala, dua buah topi, dan tujuh buah buku.

“Kami juga mengamankan selembar foto pahlawan pembela Islam, ada pisau lipat serta delapan kertas catatan ISIS,” kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/10).

Taufik merupakan kelompok media sosial yang mendukung ISIS. Dia diduga berbaiat kepada Al Baghdadi bersama dengan kelompok Abu Zee. Sekadar diketahui, Abu Zee sudah lebih dulu ditangkap di Bekasi beberapa bulan lalu.


Soal kemungkinan ada kaitan Taufik dengan jaringan teroris pelaku penusukan Menkopolhukam, Wiranto, Argo mengaku masih dalam penelusuran.

“Taufik masih diperiksa intensif Densus ya,” ungkap Argo.

Seperti diketahui, Wiranto ditusuk saat turun dari mobilnya di Pandeglang, Banten Kamis (10/10/19).

Wiranto diserang saat menghadiri peresmian gedung di Universitas Mathla’ul Anwar, di Alun-alun Menes, Pandeglang.

Dalam rekaman video amatir, terlihat Wiranto yang baru turun dari mobilnya, disambut para pejabat Kabupaten Pandeglang serta aparat TNI-POLRI.

Tidak berselang lama, pelaku yang siap menyerang lalu menyerobot. Pelaku menghunuskan pisau dari arah sebelah kiri.

Kedua pelaku diketahui pasutri bernama Syahrial Alamsyah (SA) alias Abu Rara dan Fitri Andriana (FA). SA sendiri disebut bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS.

(fat/pojoksatu)