Jelang Dilantik, Masyarakat Makin Tak Puas Kinerja Jokowi, DPR Paling Tak Dipercaya

Rilis hasil survei LSI jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Minggu (6/10/2019). Foto ist
Rilis hasil survei LSI jelang pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Minggu (6/10/2019). Foto ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) makin menurun jelang pelantikan 20 Oktober 2019 mendatang.

Demikian hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan tema ‘Perppu KPK dan Gerakan Mahasiswa di Mata Publik’, Minggu (6/10/2019).

Jika bulan Maret 2019 mencapai 71 persen, pada Oktober 2019 turun menjadi 67 persen.

BACA: Ada 8 Efek Jokowi tak Segera Terbitkan Perppu KPK, Semuanya Enggak Enak


Sementara, dalam lima tahun kepemimpinanya, sebanyak 54,3 persen publik mengaku cukup puas dan 12,7 persen lainnya sangat puas.

Sedangkan mereka yang kurang puas mencapai 23,8 persen dengan hanya 4,5 persen lainnya mengaku tidak puas.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan DPR RI, Jokowi masih dianggap sebagai lembaga yang cukup dipercaya dengan dukungan 62 persen publik.

Bersaing ketat dengan KPK yang mendapat 63 persen dukungan.

BACA: Tak Terbitkan Perppu KPK, ICW: Jokowi Pengkhianat

Sebaliknya, DPR RI menjadi lembaga yang sangat tidak dipercaya masyarakat dengan angka 40 persen dan 39 persen publik saja yang percaya.

“Secara umum kepercayaan publik pada KPK dan Presiden jauh di atas kepercayaan pada DPR. KPK 72 persen, Presiden 71 persen sedangkan DPR hanya 40 persen,” demikian rilis LSI.

Untuk diketahui, survei tersebut melibatkan 1010 responen yang dipilih secara stratified cluster random sampling dari responden survei nasional LSI sebelumnya pada Desember 2018 September 2019 yang jumlahnya 23,760 orang.

BACA: Empat Mobil Serba Hitam Buru-buru Masuk ke Rumdin Bupati Lampung Utara, Ternyata KPK

Penelitian dilangsungkan pada 4-5 Oktober dengan metode wawancara langsung melalui telepon.

Survei ini memiliki toleransi kesalahan (margin of error) mencapai lebih kurang 3,2 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

(ruh/pojoksatu)