Lemkapi: Pernyataan Veronica Koman Sungguh Menyakitkan!

Veronica Koman. Foto ist
Veronica Koman. Foto ist

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pernyataan yang dibuat Veronica Koman kepada media Australia mendapat kecaman keras dari dalam negeri. Salah satunya dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi).

Pernyataan tersebut dinilai telah mediskreditkan pemerintah dan aparat penegak hukum Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dalam keterangan pers yang disebarluaskan, Minggu (6/10/2019).

BACA: Tak Terbitkan Perppu KPK, ICW: Jokowi Pengkhianat


“Kami mengecam sikap Veronica Koman. Pernyataannya dalam beberapa tv asing di Australia sungguh menyakitkan. Apalagi dia seorang tersangka,” tegasnya.

Pihaknya juga menyampaikan, perbuatan Veroica yang sudah terbukti melanggar hukum tidak bisa ditolelir.

Karena itu, Polri harus terus berupaya melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak interpol agar Veronica bisa segera dihadirkan di Indonesia.

BACA: Gerindra Bicara Penggagalan Pelantikan Presiden Jokowi, Ternyata…

“Veronica harus mempertangungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Eks komisioner Kompolnas ini menambahkan, apa yang dilakukan Veronica sudah menyakiti hati masyrakat Indonesia.

Terlebih dengan pengakuannya yang menyatakan bahwa keluarganya diintimidasi aparat di Indonesia.

“Polri bahkan memberikan keamanan 24 jam penuh kepada keluarganya,” ujar Edi.

BACA: Adakah Kaitan Perppu KPK dengan Pemakzulan Presiden Jokowi? Ini Analisanya

Atas dasar tersebut, pihaknya mendukung penuh langkah Polda Jawa Timur yang memproses hukum semua pelanggaran hukum dan kebohongan yang dilakukan Veronica.

Menurutnya, Veronica harus diproses hukum karena ini adalah sepenuhnya kedaulatan hukum di Indonesia.

“Proses hukum kita harus dihormati oleh semua negara di dunia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Veronca dalam wawancara dengan ABC Australia menyatakan, meminta keluarganya untuk bersabar karena persoalan yang dialami rakyat di Papua jauh lebih berat.

BACA: Puan Maharani dan Bamsoet Berpengalaman, Tapi Diragukan di Parlemen, Kenapa?

“Saya tidak akan berhenti,” kata Veronica dalam wawancara yang ditayangkan Kamis malam (3/10) waktu setempat.

Ia menyebut, bahwa keluarganya mendapatkan intimidasi dari aparat hukum Indonesia.

“Keluarga saya diintimidasi, orangtua saya sudah dua kali menangis meminta saya berhenti. Tapi saya sampaikan ke mereka untuk bersabar karena masalah ini jauh lebih besar dari kita,” ujarnya.

BACA: Nah Loh, DPR Digugat, Rapat Pengesahan Revisi UU KPK Ternyat Gak Kuorum?

Untuk diketahui, Veronica Koman sudah ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Timur terkait insiden asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Ia dijerat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 serta Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang diskriminasi SARA.

(jpg/ruh/pojoksatu)