Nyaris Enam Jam Digarap Penyidik KPK soal Meikarta, Aher: Udah, Udah…

Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai diperiksa penyidik KPK terkait kasus suap megaproyek Meikarta, Jumat (4/10/2019). Foto RMOL
Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan usai diperiksa penyidik KPK terkait kasus suap megaproyek Meikarta, Jumat (4/10/2019). Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher baru nyaris enam jam digarap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Aher diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa terkait kasus dugaan suap megaproyek Meikarta tahun 2018.

Kepada awak media, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku dikonfirmasi oleh penyidik KPK masih seputar Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) yang pernah digawangi oleh Iwa Karniwa dan diganti oleh mantan Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar.

“Tadi ditanya (penyidik) kenapa diganti. Saya jawab pergantian itu sesuai dengan aturan, setelah kita konsultasi ke berbagai tempat termasuk kalau di analisa biro hukum pergantian itu boleh,” kata Aher kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).


Selain itu, Aher juga mengaku ditanya penyidik KPK soal Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi terkait perizinan proyek yang bakal digarap oleh Meikarta.

“Jadi RDTR itu dibahas di DPRD kabupaten Bekasi, setelah dibahas disetujui bersama Bupati dikirim ke Provinsi, di Provinsi ada proses lebih lanjut sampai proses akhirnya ada persetujuan subtansi dari Gubernur,” jelasnya.

Namun, kata Aher, pada subtansi belum terjadi persetujuan Gubernur. “Belum di tanda tangani, saya katakan tadi,” kata Aher.

Disisi lain, saat dikonfirmasi ihwal pertemuan Aher dengan eks Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di Moscow Rusia, Aher tak mau menjawab. Dia menuturkan, hal itu sudah diklarifikasi.

“Udah, udah. Waktu itu udah dijawab,” demikian Aher.

Sejumlah pejabat Pemprov Jabar telah diperiksa oleh KPK dalam kasus ini, mulai dari mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar hingga pejabat fungsional lainnya. Mereka didalami perannya terkait perizinan proyek Meikarta.

(rmol/ruh/pojoksatu)