6.000 Prajurit Siap Amankan Pelantikan DPR dan Presiden

Ketua MPR periode 2019-2024
Gedung MPR DPR. Foto via JPNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebanyak 8.500 prajurit dari tiga matra ikut dalam apel jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, serta DPR RI, Senin (30/9).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin langsung upacara yang digelar di Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Diketahui, anggota DPR RI periode 2014-2019 hari ini akan mengakhiri masa bhaktinya. Besok, akan dilakukan pelantikan untuk anggota dewan periode 2019-2024.

Sedangkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan digelar pada 20 Oktober 2019.


Terkait pelantikan Presiden dan DPR, Hadi menjelaskan akan ada penguatan pasukan untuk menjaga objek vital.

Penjagaan diberikan kepada gedung DPR/MPR RI dan Istana Negara. Selain itu, perimeter penjagaan diperluas juga.

“Kita perkuat penjagaan, kemarin kita kerahkan 3.000 saat ini kita kerahkan 6.000. Untuk apa? pertama kita untuk mempertebal di gedung DPR/MPR kemudian yang kedua menjaga Istana,” ujar Hadi.

Dijelaskan, titik pengaman akan ditempatkan di sekitar fly over Ladogi, pintu utama DPR/MPR, dan Pejompongan untuk mencegah massa masuk ke area tol dalam kota.

“Perempatan Slipi kita perkuat arah dari Petamburan dan arah menuju Palmerah, karena di Palmerah ada stasiun kereta dan ada pintu menuju masjid ke DPR/MPR,” imbuhnya.

Area belakang gedung dewan juga akan diperketat penjagaannya. Yakni di sekitar Lapangan Tembak Senayan, menuju Hotel Mulia. Termasuk penjagaan di area dalam gedung DPR/MPR juga diperketat. TNI bahkan menyiapkan satu unit helikopter untuk akses keluar masuk gedung.

“Di dalam sendiri dan untuk skenario berikutnya kita siapkan helikopter apabila diperlukan untuk masuk ke gedung DPR/MPR. Insya Allah semuanya bisa berjalan lancar,” pungkasnya.

(jpc/pojoksatu)