Rektor Widyatama Bandung: Revisi UU KPK Bagus Jika untuk Penguatan KPK

Rektor Universitas Widyatama Bandung, Prof Obsatar Sinaga
Rektor Universitas Widyatama Bandung, Prof Obsatar Sinaga

POJOKSATU.id, BANDUNG – Gelombang penolakan Revisi UU KPK yang merupakan usulan DPR RI terus menuai protes. Pasalnya, revisi tersebut dinilai malah melemahkan lembaga antirasuah tersebut.


Sejatinya, Revisi UU KPK adalah baik, selama tetap berpegang pada dasar KPK.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Widyatama Bandung, Prof Obsatar Sinaga kepada PojokSatu.id, Rabu (11/9/2019).

BACA: Muncul Petisi Tolak Revisi UU KPK, Ini Isinya


“Lembaga ini kan Ad hoc, dibuat sejak awal tujuannya untuk menguatkan Polri dan Kejaksaan. Jika Polri san Kejaksaan sudah cukup kuat, khususnya dalam hal pemberantasan Korupsi, itu KPK harus subtitutif,” jelasnya.

Obstar menyatakan, pihaknya sepakat dengan Revisi UU KPK, jika memang bertujuan untuk memperbaiki dan makin menguatkan.

“Yang penting menguatkan, karena ini kan produk transisi tahun 2002 saat itu. UU KPK ini sudah menjalani tiga periode masa anggaran, hampir 17 tahun. Wajar jika revisi ini ada dan untuk tujuan menguatkan lembaga ini,” papar dia.

Keterkaitan dengan KPK sebagai lembaga yang punya aturan ketat, ke depannya memang diperlukan.

BACA: Laode Terheran-heran Ada Kontrak Politik Bermaterai: Syukur Saya Tidak Lolos

“Cara kerja, serta metodologi dalam pengungkapan kasus korupsi oleh lembaga ini seperti apa, menjadi sebuah keharusan,” terangnya.

Salah satu contohnya, seperti KPI dan KPU yang memiliki lembaga di tingkat Provinsi.

Wacana KPK daerah misalnya, itu bisa dituangkan dalam Revisi UU KPK ini.