Alasan Nawawi Pamolonga Setuju Revisi KPK: Jangan Ada Lagi RJ Lino baru

Capim KPK Nawawi Pamolonga. Foto net
Capim KPK Nawawi Pamolonga. Foto net

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penanganan kasus korupsi Pelindo II dengan tersangka RJ Lino menjadi salah alasan revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi harus disetujui.

Hal tersebut diungkapkan Calon Pimpinan KPK, Nawawi Pamolonga yang tegas menyatakan revisi UU KPK harus memuat mekanisme SP3 (surat penghentian penyidikan perkara) pada lembaga antirasuah.

Demikian disampaikan Nawawi Pamolonga dalam uji kepatutan dan kelayakan capim KPK di Komisi III DPR, Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

BACA: Muncul Petisi Tolak Revisi UU KPK, Ini Isinya


“Jangan ada lagi RJ Lino yang baru atau kasus yang lain yang baru seperti itu,” katanya.

Lino diduga melakukan korupsi dalam pengadaan quay container crane (QCC) pada 2010. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2015.

Akan tetapi, kasus Lino mengendap begitu saja karena KPK masih kekurangan alat bukti kerugian negara.

Di mana, salah satu penyebabnya adalah data transaksi yang tertahan di tempat asal pembelian barang yaitu di China.

BACA: Setuju Revisi UU KPK, Capim KPK, “Jangan Gantung Orang sampai Mati Dia Tersangka gitu”

Dan hingga saat ini, kasusnya menggantung, Lino juga masih berkeliaran.

Dipaparkan Nawawi, sebetulnya UU KPK dalam pasal 5 sudah menjelaskan bahwa penegakan harus berasaskan kepastian hukum. Tetapi, pasal itu berbenturan dengan pasal 40 di UU yang sama.

Dalam pasal 40, KPK tidak diperkenankan menghentikan penyidikan terhadap orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

BACA: Revisi UU KPK, Pesan Jokowi Ini Bisa jadi Bikin DPR Uring-uringan: Jangan Ganggu Independensi KPK

Menurutnya, pasal ini seperti dibuat asal-asalan dan berbenturan dengan asas kepastian hukum dalam UU KPK.

“Pasal 40 UU 30/2002 itu dijelmakan dibuat dengan tanpa dasar pertimbangan atau filosofi hukum yang seharusnya ada,” demikian Nawawi.

(rmol/ruh/pojoksatu)