Wiranto: Pasukan Kita Gak Mau Lama-lama di Papua, Kangen Anak-Istri, Biaya Gak Murah

Ilustrasu-Aparat keamanan dari TNI di Kabupaten Nduga
Ilustrasu-Aparat keamanan dari TNI di Kabupaten Nduga

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Wiranto berharap situasi di Papua dan Papua Barat bisa secepatnya pulih kembali.


Ia juga memastikan akan secepatanya menarik kembali aparat keamanan yang dikirim saat pecahnya kerusuhan di Bumi Cendrawasih itu.

Dengan
syarat, situasi dan kondisi di Papua dan Papua Barat benar-benar dianggap aman dan sudah pulih total.


Demikian disampaikan Wiranto dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

“Pasukan kita juga nggak mau lama-lama di Papua. Kangen anak-istri, biayanya juga nggak murah,” katanya.

Wiranto menyatakan, berdasarkan laporan dari kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, ia menyatakan Papua sudah aman.

“Papua dan Papua Barat sudah kondusif. Kemarin kondusif, sekarang tetap kondusif. Aktivitas sudah normal,” katanya.

Hal itu ditandai dengan kembali normalnya pelayanan publik di wilayah perkotaan. Transportasi umum, pelabuhan, bandara dan terminal juga sudah beroperasi kembali.

Pun demikian dengan pelayanan perbankan serta aktivitas sekolah yang dijadwalkan memulai aktivitas kembali besok, Kamis (5/9).

“Hanya PDAM yang perlu perbaikan di benerapa lokasi lagi akibat kerusuhan,” terangnya.

Aktivitas jual beli di pasar tradisional juga sudah mulai menggeliat dan roda ekonomi berputar kembali.

Juga aktivitas kepelabuhan seperti pengiriman peti kemas serta suplai BBM yang kembali normal kendati antrian cukup panjang.

“Kendala hanya masih terjadi di listrik, karena PLN masih melakukan perbaikan fasilitas yang rusak,” jelasnya.

Untuk puing-puing pasca kerusuhan, sudah mulai dilakukan pembersihan oleh aparat bersama pemda setempat.

Sedangkan untuk fasilitas publik yang rusak, nantinya akan diperbaiki dengan dana revitaslisasi dari pemerintah.

“Saat ini tokoh-tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, terus melakukan kordinasi upaya-upaya pertemuan untuk terus memelihara keadaan damai ini,” paparnya.

Kendati demikian, ia tetap memberikan peringatan keras bahwa potensi kekacauan tetap masih ada.

Mantan Panglima ABRI itu menyebut, ancaman kerusuhan itu masih terlihat di Manokwari, Papua Barat dimana ditemukan isu ajakan demo susulan maupun yang bernada provokasi lainnya.

Karena itu, ia meminta aparat keamanan di lapangan melakukan pendekatan persuasif untuk mencegah kersuhan kembali terjadi.

“Masih ada yang ingin keadaan kacau, aparat keamanan harus hati-hati,” tegasnya.

Mantan Panglima ABRI itu juga menyatakan alasan pembatasan internet yang masih diperlukan di Bumi Cendrawasih itu.

“Itu kenapa sampai sekarang kita masih membatasi kegiatan internet,” bebernya.

(ruh/pojoksatu)