Kisah Cinta Aulia, Ibu Tiri Pembakar Anak dan Suami Hingga Akhirnya Menikah

POJOKSATU.id, JAKARTA- Ibu tiri pembunuh anak dan suami, Aulia Kesuma (35) ) mengaku kenal Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dari aplikasi chatting Tagged sebelum akhirnya mereka menikah.


Dari sana benih-benih cinta antar keduanya muncul. Mereka pun menikah pada tahun 2011 atau delapan tahun silam.

Tapi, pada keluarga Edi menyebut pertemuan mereka terjadi saat bekerja. Puncak Aulia menerima Edi adalah ketika dirinya dirampok di bajaj. Edi rela menolong sampai tangannya patah.

“Tangannya bengkok, Pak Edi gencar ingin bawa ke Haji Naim. Saya juga enggak ada perasaan ke Pak Edi waktu itu,” kata dia di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 3 September 2019.


Dari situ lantas Edi mengenalkan Aulia ke M. Adi Pradana alias Dana (23) yang jadi anak tirinya dan juga korban dalam kasus ini. Dana membujuk dia untuk mau jadi ibu tirinya. Melihat kondisi Dana butuh sosok ibu baru, Auliapun luluh. Ia akhirnya menikahi Edi.

Pasca menikah, Aulia mengaku jadi orang paling dekat dengan Dana. Dirinya jadi tempat mengadu dan tempat curhat Dana. Tiap ada masalah, Dana selalu bercerita padanya. Sampai akhirnya Dana berubah drastis membenci bahkan sempat mengancam mau membunuhnya karena mengandung Rena (4) anak hasil hubungannya dengan Edi.

“Dana pernah nangis di pelukan saya, waktu itu dia mau ikut bimbel sama ayahnya tapi dilarang. Saya sayang sama dia,” kata dia lagi.

Dalam kasus ini, AK dan  KV sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengembangan kasus ini, polisi juga telah menangkap dua dari empat pembunuhan bayaran yang disewa AK untuk menghabisi suami dan anak tirinya.

Mereka adalah Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid yang ditangkap di Lampung pada Selasa 27 Agustus 2019.

Belakangan, mulai terungkap motif pembunuhan yang digagas oleh Aulia. Selain terlilit utang, motif pembunuhan ditengarai, lantaran Aulia hendak menguasai harta sang suami. Istri kedua Edi itu menjanjikan uang kepada para eksekutor sebesar Rp500 juta agar bisa menghabisi nyawa suami dan anak tirinya.

(dhe/pojoksatu)