Selain Susi, Satu Tersangka Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua Lainnya Ternyata PNS Pemkot Surabaya

Gubernur Papua Lukas Enembe (batik merah berkacamata) diusir penghuni asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Foto RMOL Jatim
Gubernur Papua Lukas Enembe (batik merah berkacamata) diusir penghuni asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Foto RMOL Jatim

POJOKSATU.id, SURABAYA – Selain Tri Susanti, Polda Jawa Timur juga menetapkan satu tersangka lainnya berinisial SA yang ikut dalam aksi pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

Aksi itu sendiri disebut menjadi pemicu kemarahan masyarakat di Bumi Cendrawasih yang menjadi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

Beredar kabar di kalangan wartawan bahwa SA adalah pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Surabaya.

BACA: Tri Susanti Ditangkap Pakai Kaos Garuda Pancasila, Pengacara: Dia Tegar, Sudah Siap Menghadapi Keadaan seperti Ini


“Iya betul (PNS). Di instansi Pemkot Surabaya,” ungkap kuasa hukum SA saat dikonfirmasi wartawan di Mapolda Jatim, Selasa (3/9/2019).

Kendati demikian, Ari enggan membeberkan lebih detil terkait jabatan dan identitas SA.

Akan tetapi, Ari membantah bahwa kedatangan kliennya dalam aksi di asrama mahasiswa Papua saat itu sebagai PNS.

Ia menceritakan, kedatangan SA saat itu setelah mendapat kabar pengerusakan tiang dan bendera Merah Putih yang dibuang ke selokan.

BACA: Korlap Aksi Kepung Asrama Mahasiswa Papua Tri Susanti Ditangkap, Pengacara Bilang Gak Sah

“Bukan sebagai PNS tapi sebagai warga Surabaya yang terpanggil melihat atau mendengar ada bendera jatuh,” terangnya.

SA dijerat UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta.