Suku Besar Arfak di Manokwari Gelar Temu Adat, Peringatan Keras untuk Pendemo Anarkis

Suku Besat Arfak gelar pertemuan di Manokwari sikapi kondisi pascakerusuhan Papua. Foto Antara
Suku Besat Arfak gelar pertemuan di Manokwari sikapi kondisi pascakerusuhan Papua. Foto Antara

Dia pun berharap masyarakat Arfak terutama para kepala suku terbuka dan bisa mencegah kemungkinan buruk yang dapat terjadi.


Para kepala suku diminta untuk merangkul seluruh masyarakat di lingkungannya.

“Orangtua kita dulu menerima semua masyarakat yang datang dari suku apapun ke sini, bahkan mereka diberikan tanah supaya bisa bikin rumah dan bisa mencari makan,”

BACA: 298 Pendemo Anarkis Papua Tiga Hari Sembunyi di Hutan, Takut Pembalasan Korban Kerusuhan


“Maka sekarang kita minta mereka menghargai kita, jangan merusak rumah orang,” kata Dominggus.

Dominggus pun mengajak masyarakat Arfak tetap tenang serta tidak mengambil langkah yang dapat memperkeruh suasana.

“Kita harus saling menjaga, Suku Arfak harus bisa memberikan rasa aman supaya rumah besar ini damai, tidak ada aksi anarkis, tidak ada perusakan, tidak ada pembakaran dan penjarahan,” katanya.

BACA: Ditipu Ikut Aksi Papua, 298 Warga Ogah Ikut Demo Lagi

“Sejak Penginjil masuk ke Pulau Mansinam, tanah ini sudah diberkati, termasuk manusianya. Sekarang kita harus menjadi berkat bagi orang lain, berkat bagi Tanah Papua, berkat bagi Indonesia dan berkat bagi masyarakat dari seluruh suku yang ada,” kata dia.

Dalam jumpa pers usai pertemuan tersebut Dominggus menjelaskan, melalui temu adat itu dia ingin masyarakat dari seluruh Suku Besar Arfak bersatu.

BACA: 298 Massa Demo di Papua Ditipu, Ketakutan lalu Minta Tolong ke TNI Keluar dari Persembunyian

Selanjutnya, seluruh suku yang ada di daerah tersebut baik Papua maupun non-Papua akan dirangkul.

“Sekali lagi saya sampaikan, Manokwari ini rumah kita bersama. Maka semua suku harus saling menghargai dalam kerangka NKRI dan semua harus berkomitmen untuk jaga Manokwari,” kata dia.

(jpnn/ant/ruh/pojoksatu)