Dana Nasabah Rp800 Triliun Diduga Raib di Bank Mandiri, Menko Darmin Nasution Terseret

Michael Olsson menunjukkan bukti tranfer ke Bank Mandiri
Michael Olsson menunjukkan bukti tranfer ke Bank Mandiri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Dugaan dana nasabah Rp 800 triliun raib di Bank Mandiri menjadi sorotan publik.


Nasabah yang mengaku memiliki dana di Bank Mandiri senilai 50 miliar Euro atau setara dengan Rp 800 triliun bernama Bo Michael Olsson.

Pria asal Swedia itu pun menyeret Menko Perekonomian Darmin Nasution. Ia mengaku pernah berkomunikasi dengan Darmin sebelum uangnya hilang di Bank Mandiri.

Michael Olsson menyebut dana itu ditransfer dari Barclays Bank, London ke rekening Bank Mandiri miliknya.


“Kita sudah koordinasi sama Menko Ekonomi Darmin Nasution, kita juga koordinasi sama Bank Mandiri. Dia (Darmin) bilang di Indonesia punya banking, gampang, uang kirim aja. So saya kirim (dari Barclays Bank London),” kata Michael Olsson kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Michael menyayangkan sikap dari Menko Darmin setelah uang Rp 800 triliun itu ditransfer ke rekening Bank Mandiri miliknya itu.

Padahal, lanjut Michle, dia pernah melakukan presentasi di depan Menteri Darmin soal rencana penggunaan uang tersebut yang akan digunakan untuk investasi Bank Syariah dan Asuransi.

“Kita punya rencana Indonesia yang di pusat untuk Syariah Banking ama Asuransi. Kita punya kontrak mau beli yang soft, kita beli yang big data, semua ini kita punya rencana, kita presentasi ke Darmin. Oh dia (Darmin) pikir ini ide bagus. Tapi ketika uang turun sekarang dia (Darmin) enggak mau komunikasi lagi,” katanya.

Dia mengaku akan membeli Bank Muamalat jika uang Rp 800 triliun miliknya tidak hilang di rekening bank Mandiri. Namun, rencana pembelian Bank Muamalat itu seolah hanya jadi wacana lantaran sikap pemerintah Indonesia tidak jelas akibat uangnya hilang di Bank Mandiri.

“Kita mau buat Bank Syariah kita mulai bicara sama pak Darmin, karena kita mau beli Bank Muamalat. Tapi sekarang ini tidak jelas, pemerintah mau apa,” sesalnya.

Michael tetap meyakini bahwa uang ratusan triliun miliknya itu masih ada di Bank Mandiri. Hanya saja, pihak Bank Mandiri tidak mau mengakuinya.

“Saya punya bukti uang ada di bank Mandiri tapi bank Mandiri bilang tidak ada. Saya tidak mengerti sama sekali bank Mandiri tidak mau kasih solusi untuk ini,” tandasnya seraya menunjukkan bukti transfer 50 Miliar Euro dari Barclays Bank London ke rekening Bank Mandiri milik Michael.

Bantahan Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk membantah klaim yang disampaikan oleh Michle. Bank Mandiri menyatakan klaim tersebut tidak benar setelah dua kali melakukan pengecekan dan komunikasi dengan bank yang disebut sebagai pengirim dana, yakni Barclays Bank.

Corporate Communication Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan terdapat dua hal yang menjadi perhatian Bank Mandiri dalam klaim nasabah ini.

Pertama, nilai dana yang disebutkan sangat tidak masuk akal dan kedua hal ini sudah pernah disampaikan pada April lalu dan diulang kembali di bulan ini.

“Saya ingin meluruskan berita saja, tidak mengklarifikasi, tidak perlu karena dari beritanya sudah agak aneh. Ada nasabah mengaku dapat transfer Rp 800 triliun atau setara dengan 50 miliar euro dari Barclays Bank,” kata kata Rohan di Plaza Mandiri, Jumat (30/8/2019).

“Anehnya dana ini diakui oleh nasabah setelah sebelumnya dia menanyakan ke kami di April. Saya dapat dari Barclays benar apa tidak? itu tidak benar,” tambahnya.

(one/pojoksatu)