Putra Tewas Usai Tusuk Polisi di Acara Pernikahan Wanita Idaman

Putra ditembak mati di tempat pernikahan wanita idaman
Putra ditembak mati di tempat pernikahan wanita idaman

POJOKSATU.id, TARAKAN – Pesta pernikahan di Jalan Padat Karya, RT 10, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, mendadak heboh. Seorang pria bernama Putra (34) mengamuk sambil menenteng senjata tajam.

Bahkan, salah satu tamu undangan menjadi sasaran ancaman pelaku. Warga setempat pun langsung melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Tarakan Utara.

Saat Polisi bergegas menuju lokasi pernikahan pada Minggu (25/8), Putra ternyata mengetahui dan langsung melarikan diri dan bersembunyi.

Belakangan diketahui, motif pengancaman yang dilakukan Putra, karena patah hati. Dia kesal, wanita idamannya menikah dengan pria lain.


Pria yang tinggal di RT 20, Kelurahan Juata Laut itu menaruh hati kepada sang mempelai wanita sejak lama.

“Saat polisi datang, dia (pelaku) langsung melarikan diri,” kata Andi, warga setempat.

Malam itu, resepsi pernikahan pun selesai dengan penjagaan polisi. Esok harinya, Senin (27/8), Putra kembali mendatangi lokasi pernikahan.

Lagi-lagi Putra mengancam dengan senjata tajam. Warga kembali melaporkan aksi Putra ke Polsek Tarakan Utara.

“Paginya dia datang, terus sempat teriak kalau akan ada yang mati,” tambah Andi.

Sekitar pukul 10.30 WITA, 5 anggota Polsek Tarakan Utara menuju lokasi acara. Sesaat polisi tiba, Putra kembali melarikan diri.

Dua anggota kepolisian pun berkeliling di sekitar kawasan tersebut mencari keberadaan Putra, tiga lainnya berjaga-jaga di lokasi pernikahan. Termasuk Aiptu Kaspandi.

Beberapa saat kemudian, Putra muncul. Dia pun berhadapan dengan tiga anggota polisi yang berjaga-jaga. Polisi awalnya berusaha menenangkan Putra, namun tak digubris.

Putra malah menjadi-jadi, lantas menghunus senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya.

Aiptu Kaspandi yang menjadi sasaran tusukan senjata tajam langsung tumbang.

“Dua polisi lainnya pun langsung tembak Putra,” jelas Andi.

Aiptu Kaspandi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan usai diserang dengan senjata tajam. Tiga luka tusuk bersarang di tubuhnya.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan merinci luka yang diderita Aiptu Kaspandi yang bertugas sebagai kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Tarakan Utara, dua tusukan pada bagian dada dan satu di bagian tangan.

“Saat pelaku kembali, anggota kami mencoba untuk menegur dan menenangkan pelaku. Namun tiba-tiba pelaku yang membawa sajam kemudian menusuk anggota kami,” kata Yudhistira.

Yudhistira membenarkan bahwa pelaku sempat membuat keributan dan keresahan di acara pernikahan pada Minggu (25/8).

Bahkan saat itu, polisi langsung datang untuk mengamankan pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri.

Lanjut Yudhistira, pengancaman kembali dilakukan pelaku pada Senin pagi.

“Anggota kami sempat memberikan tembakan peringatan. Tapi tak dihiraukan, akhirnya terhadap pelaku diberikan tindakan terukur,” ungkapnya.

Diketahui, Putra mendapatkan luka tembak di bagian belakang hingga tewas di tempat kejadian.

Usai ditembak petugas, jasad pelaku langsung dibawa ke ruang mayat RSUD Tarakan.

“Untuk kondisi Aiptu Kaspandi, sampai saat ini masih mendapatkan perawatan dan harus menjalani operasi. Akibat luka tusuk, korban mendapatkan luka tembus ke paru-paru dan ginjal,” jelas Yudhistira yang ditemui di RSUD Tarakan.

Terkait motif yang dilakukan pelaku, diakui Kapolres, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih dalam.

Informasi lain yang diterima Kapolres, pelaku merupakan residivis penganiyaan terhadap ayah kandungnya sendiri.

Pihaknya juga menerima informasi dari keluarga pelaku, bahwa pelaku sering didapati mengamuk dan memukul orang di lingkungannya.

“Dari historisnya, pelaku pernah membunuh orang tua-nya sendiri dan pernah dipenjara, kemudian bebas. Kami masih dalami, apakah pelaku sering meminum minuman keras atau memakai sabu,” tegas Kapolres.

(zar/lim/jpnn)