Kerusuhan Manokwari dan Sorong Akumulasi Berbagai Persoalan di Papua, Jokowi Harus Dengar Ini

Presiden Jokowi memberikan pernyataan terkait kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat
Presiden Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koordinator KontraS Yati Andriyani menilai, kerusuhan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat itu merupakan akumulasi berbagai persoalan di Papua selama ini.

Puncaknya, warga Papua meluapkan kemarahannya yang dipicu isu pengusiran mahasiwa Papua di Surabaya dan Malang.

Demikian disampaikan Yati Andriyani kepada wartawan di Kantor KontraS, Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2019).

BACA: Pernyataan Presiden Jokowi soal Papua itu Sudah Mantep, tapi…


“Persoalan di Papua itu sudah cukup lama, terkait jaminan hak-hak sipil politik bagi masyarakat Papua,” katanya.

Tak hanya itu, berbagai permasalah lain juga sudah dialami masyarakat Papua.

“Perlindungan hak-hak ekonomi sosial budaya bagi masyarakat Papua juga masih jauh dari pemenuhan,” lanjutnya.

Pihaknya mencatat. dalam kurun waktu setahun terakhir, ada 15 kasus pelarangan atau persekusi yang dialami Aliansi Mahasiswa Papua periode Agustus 2018-2019.

BACA: KontraS Salahkan Pernyataan Jokowi soal Papua

Diantaranya lima peristiwa kekerasan dan pembubaran di Surabaya, enam peristiwa di Malang, dan empat peristiwa di Bali.

Selain itu, hak sipil politik dan hak kebebasan berkumpul, berpendapat, berekspresi, masyarakat Papua sudah lama dibatasi.

“Termasuk misalnya jurnalis masih mendapatkan kesulitan untuk dapat masuk ke Papua dan menggambarkan apa yang terjadi di sana,” jelasnya.