Waspada Penyusup Masuki Aparat, Ini Jaminan Mabes Polri Tangani Kerusuhan Papua

Manokwari rusuh, gedung DPRD Papua dibakar
Manokwari rusuh, gedung DPRD Papua dibakar. Foto CNN

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kepolisian menjamin penanganan kerusuhan di Manokwari, Papua Barat dilakukan dengan cara-cara humanis dan mengedepankan langkah persuasif.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, selain mengedepankan langkah persuasif, ia juga memastikan dalam melakukan pengamanan polisi tidak menggunakan peluru tajam.

Pengamanan tanpa peluru tajam tak hanya untuk unjuk rasa yang terjadi di Papua dan Papua Barat, tetapi di wilayah-wilayah yang menggelar aksi unjuk rasa untuk Papua.

“Aparat kepolisian dalam rangka penanganan pengunjuk rasa di mana pun tidak dibekali peluru tajam,” ujarnya di Mabes Polri.


Menurut Dedi, pengamanan tanpa peluru tajam itu merupakan langkah kepolisian dalam mencegah pihak tertentu memanfaatkan situasi.

“Kita khawatir ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi dan membuat ini martir atau trigger,” tuturnya.

Tindakan pengamanan yang dilakukan kepolisian, kata Dedi, dilakukan secara persuasif dan berkoordinasi dengan TNI, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.

Kerusuhan pecah di Papua diduga dipicu serangkaian peristiwa yang dialami mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur pada akhir pekan lalu.

Insiden di Surabaya dan Malang merujuk pada aksi pengepungan asrama mahasiswa Papua di sana oleh ormas dan warga. Hal itu lantas menyulut aksi solidaritas warga Papua di Manokwari, Jayapura, dan Kota Sorong pada Senin pagi (19/8).

Masyarakat Papua tidak terima perlakukan oknum ormas dan aparat kepada mahasiswa Papua di Jawa Timur tersebut.

(sta/rmol/pojoksatu)