Rakyat Papua Bersuara: Massa Berkumpul, Sayup-sayup Minta Referendum Sambil Teriak Merdeka

Kerusuhan Papua di Bandara Sorong/Facebook
Kerusuhan Papua di Bandara Sorong/Facebook

POJOKSATU.id, PAPUA – Rakyat Papua masih merasakan kekecewaan mendalama atas prilaku yang dilakukan terhadap mahasiswanya di beberapa daerah di Pulau Jawa.

Hingga hari ini, Selasa (20/8/2019), sejak kemarin terjadi kerusuhan hebat, suara-suara menyerukan agar adanya keadilan terhadap rakyat Papua terus digelorakan.

Terlebih lagi, keinginan-keinginan agar Papua mendapatkan kedaulatannya sayup-sayup terdengar. Mereka meminta merdeka.

“Isu Papua ini sangat sensitif. Dibutuhkan KEPALA DINGIN & RASA SALING PERCAYA utk memadamkan baranya ditengah tuntutan Merdeka yg sayup¬≤ masih sering terdengar,” ujar Politikus Partai Demokrat, Selasa (20/8/2019), lewat akun Twitternya.


Presiden Jokowi sebelumnya sudah menyampaikan pernyataan agar rakyat Papua bersabar dan tidak tersulut emosi. Alih-alih menenangkan namun persoalan inti dari kasus rasialisme terhadap mahasiswa Papua belum dituntaskan.

Salah satu yang paling penting dilakukan pemerintah adalah menangkap pelaku dugaan tindak rasialisme di Surabaya, Semarang, dan Malang.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Abdul Manan mengungkapkan setidaknya tindakan proses hukum terhadap pelaku rasialisme bisa mengobati kekecewaan masyarakat Papua.

Dikatakan Manan, Undang Undang telah mengatur bahwa rasisme merupakan tindakan pidana sehingga diharapkan polisi mengambil tindakan tegas dan adil.

“Proses hukum terhadap organisasi massa, TNI atau Polri, yang bersikap rasis karena itu merupakan pidana menurut Undang Undang 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,” jelasnya.

Sebuah video massa rakyat Papua berkumpul di depan Kantor Gubernur beredar. Seorang Mama berorasi meneriakan kekecewaannya atas perilaku anak-anak mahasiswa di tanah Jawa.

“Saya seorang ibu yang mengandung dan melahirkan, sakit hati atas kepergian anak-anak saya, di atas tanah ini mengalir air mata saya. Karena anak-anak Papua di tanah Jawa ditindas, sehingga di kantor ini di kantor Gubernur, meminta Papua… Merdeka… Referendum…, itulah solusinya,” serunya.

Seketika seruan Papua Merdeka dan referendum pun menggema disambut teriakan massa yang membahana.

(sta/pojoksatu)