KontraS Salahkan Pernyataan Jokowi soal Papua

Koordinator KontraS Yati Adriyani. Foto RMOL
Koordinator KontraS Yati Adriyani. Foto RMOL

Menurut Yati, tindakan aparat yang mengamankan mahasiswa Papua di Surabaya merupakan tindakan represif yang kemudian memicu kerusuhan di sejumlah wilayah di Papua Barat.

“Pendekatan-pendekatan persuasif, dialog harus dibuka, harus dilakukan. Tidak bisa dengan pendekatan keamanan yang tertutup, dengan pendekan penangkapan, penahanan,” ulasnya.

Berdasarkan hasil penelitian KontraS, tindak diskriminatif dan represif lebih sering terjadi kepada masyarakat Papua dibandingkan etnis lainnya.

BACA: DKI Makin Memprihatinkan Ditinggal Ahok, Tri Rismaharini Gantikan Anies, Setuju?


Contoh diskriminatif paling jelas adalah pelarangan aksi mahasiswa Papua, baik di tanah Papua maupun di daerah-daerah lain.

“Persoalan ini semakin menunjukkan memang terkesan masih ada satu pembedaan terhadap masyarakat Papua karena ras mereka adalah Papua,” ucap Yati.

Yati meyakini, kerusuhan yang terjadi di Manokwari dan Sorong, merupakan bentuk akumulasi dari ketidakadilan yang dialami masyarakat Papua selama ini.

BACA: Sorong Kembali Bergejolak, Anggota Dihujani Batu, Mabes Polri Klaim Sudah Kondusif

Aksi ricuh yang pecah ibarat bom waktu yang sudah saatnya meledak.

“Sekali lagi itu ada hubungannya dengan ketidakadilan tindak-tindakan diskriminatif kepada warga Papua. Saya rasa masyarakat Papua sudah sangat sabar selama ini,” ujar Yati.

(ruh/pojoksatu)