KontraS Salahkan Pernyataan Jokowi soal Papua

Koordinator KontraS Yati Adriyani. Foto RMOL
Koordinator KontraS Yati Adriyani. Foto RMOL

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koordinator KontraS Yati Andriyani menilai, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kerusuhan di Papua adalah sebuah kesalahan.


Menurutnya, ajakan Jokowi untuk meredam kemarahan masyarakat Papua sama sekali tak menyelesaikan persoalan yang ada.

“Cara presiden hanya dengan menyatakan mari kita saling memaafkan itu tidak cukup untuk menjawab persoalan-persoalan yang terjadi di Papua,” kata Yati Adriyani di kantor KontraS, Jakarta, Selasa (20/8/2019).


BACA: Permintaan Maaf Walikota Surabaya Gak Cukup, KontraS Bicara Rusuh Manokwari dan Sorong

Seharusnya, kata Yati, Presiden menyampaikan permintaan maaf atas rasisme yang dilakukan terhadap warga Papua.

“Sebetulnya kami ingin presiden sebagai kepala negara meminta maaf terhadap aksi rasisme dan diskriminatif terhadap masyarakat Papua,” tegasnya.

Juga, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penghinaan terhadap warga Papua yang terjadi di Surabaya dan Malang pada 17 Agustus 2019 lalu.

“Dan menyatakan bahwa siapapun yang terlibat dalam tindakan-tindakan tersebut harus dihukum, tapi (pernyataan) itu tidak ada,” lanjutnya.

BACA: Nasi Sudah jadi Bubur, Ini 5 Solusi Tangani Rusuh Manokwari dan Sorong dari Aktivis HAM Papua

Dia juga menyesalkan sikap presiden yang meminta warga Papua untuk memaafkan tindakan rasis ormas serta aparat penegak hukum di Surabaya dan Malang.

“Bahkan yang ada hanya mengajak masyarakat Papua saling memaafkan. Padahal warga Papua yang menjadi korban selama ini,” tegasnya lagi.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mengedepankan tindakan persuasif dan dialog untuk mengatasi masalah ini.