4 Mahasiswa Papua di Jember Diburu TNI dan Polisi Gara-gara Ini

Senjata tajam di kost mahasiswa Papua
Senjata tajam di kost mahasiswa Papua

POJOKSATU.id, JEMBER- Empat mahasiswa Papua, yakni Parmenas atau Jau (20), Yakup (21), Samuel (24) dan Jak (23) tengah diburu personel TNI dan kepolisian Kabupaten Jember.


Mereka diduga telah merusak beberapa perabotan kontrakan milik salah satu warga di Jalan Danau Tondano, RT 04, RW 06, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari,Kabupaten Jember, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Kejadian itu bermula ketika warga Jalan Danau Tondano, digegerkan dengan adanya suara keributan di kontrakan yang dihuni oleh
para mahasiswa Papua tersebut.

“Suaranya ramai sekali pak, semua warga keluar. Ternyata suaranya dari kontrakan itu. Kayak habis ada pesta minuman keras pak,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.


“Tadi saya lihat, ada salah satu penghuni kontrakan yang lari. Mungkin dikeroyok,” imbuhnya.

Sementara itu, dihubungi mengenai kejadian itu, Dandim 0824/Jember, Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, membenarkan hal tersebut.

Menurut informasi yang ia terima, beberapa warga yang berada di area kontrakan itupun, sudah melaporkan ke pihak Koramil dan Polsek setempat.

Selain pesta miras dan menimbulkan keresahan, imbuh Dandim, para mahasiwa pun merusak berbagai perabotan kontrakan tersebut.

Tidak hanya itu, ketika dilakukan pengecekan oleh personel Koramil dan Polsek Sumbersari, tak disangka, ternyata di dalam kontrakan tersebut telah ditemukan puluhan botol minuman keras.

Selain itu, ada pula gambar bintang kejora di bagian tembok kontrakan, serta berbagai perabotan rumah dalam kondisi berserakan.

“Ketika tiga pilar Sumbersari mengecek kontrakan itu, tidak ada satu pun mahasiwa Papua di sana, kemungkinan sudah kabur. Anehnya, banyak atribut-atribut yang berkaitan dengan gerakan Separatisme Papua,” jelas Letkol La Ode.

“Kami langsung memerintahkan Danramil setempat untuk segera menghapus lambang separatisme, dan membuang botol-botol
miras itu,” imbuhnya.

Alumni Akademi Militer tahun 2001 itu juga mengimbau seluruh warga, khususnya RT dan RW di Kabupten Jember untuk lebih selektif ketika memberikan ijin bagi warga pendatang yang ingin menetap di setiap daerah di Jember.

“Sekarang aparat tiga pilar akan bekerja lebih ekstra dalam melakukan pengawasan. Kami juga meminta kepada seluruh warga untuk
lebih cermat dan teliti dalam mengecek data pribadi setiap pendatang,” tegasnya.

(one/pojoksatu)