16 Fakta Tersangka Polisi Terbakar di Cianjur: Jangan Disiksa sampai Ancaman 8 Tahun Penjara

Mahasiswa bakar polisi di Cianjur
Mahasiswa bakar polisi di Cianjur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Fakta demi fakta satu per satu terungkap setelah polisi menetapkan RS (19) sebagai tersangka polisi terbakar di Cianjur, Jawa Barat.


Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan, penetapan tersangka itu didasarkan atas hasil pemeriksaan dan penyelidikan yang telah dilakukan Polres Cianjur.

Hasilnya, salah satu satu mahasiswa yang menjadi massa aksi resmi dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

“Kita melihat dari petunjuk dan alat bukti, maka satu orang tersangka kita tetapkan. Inisial RS (19),” paparnya di Mapolrestabes Bandung, Jumat (16/8).


BACA: Video Orangtua Tersangka Polisi Terbakar Minta Maaf, Naluri Ibu Bicara

Selain alat bukti, keterangan saksi terdiri dari rekannya yang melihat saat kejadian polisi terbakar serta surat izin aksi.

Termasuk jas merah yang dipakai tersangka saat mengikuti aksi demo di depan Pendopo Pemkab Cianjur.

Salah satu petugas polisi yang terbakar/Guruh.
Salah satu petugas polisi yang terbakar/Guruh.

“Ban itu juga alat bukti kita amankan. Lalu HP pelaku, terkait jejak digital perencanaan sebelum dilakukannya penyampaian pendapat atau aksi demo kita dalami,” jelasnya.

Trunoyudo menambahkan, sampai saat ini, sudah 31 orang yang dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut dari sebelumnya yang mencapai 17 orang.

BACA: Anaknya jadi Tersangka Polisi Terbakar, Sambil Menarik Nafas Ibunya Berkata, “Ya Nerima kan Dia Salah”

Berdasarkan keterangan para saksi, tak menutup kemungkinan, lanjutnya, jumlah tersangka bisa saja bertambah.

“Kami dari Polda Jabar dan Polres Cianjur, mohon doa restunya, untuk lainnya kemungkinan ini akan bertambah tersangkanya,” katanya.

Polisi sendiri menjerat RS tidak hanya dengan satu pasal saja, yakni Pasal 170 KUHP.

“Kemungkinan juga Pasal 351, yakni penganiayaan berat yang mengakibatkan orang lain terluka. Lalu Pasal 160, Pasal 212 dan Pasal 213,” kata Trunoyudo.