Prada DP Ganas Saat Mutilasi Pacar, Kok Selalu Nangis Saat Sidang?

Prada DP menjalani sidang di Pengadilan Militer
Prada DP menjalani sidang di Pengadilan Militer

POJOKSATU.id, PALEMBANG – Sikap oknum TNI, Prada Deri Permana (DP) berubah drastis.


Prada DP ganas saat membunuh dan memutilasi kasir Indomaret yang juga pacarnya sendiri, Vera Oktora. Namun saat sidang, dia justru menangis.

Sejak awal sidang digelar di Pengadilan Militer I-04 Palembang, terdakwa Prada DP selalu menangis.

Terdakwa kembali menampakkan tampang cengengnya saat menjalani sidang, Kamis (15/8/2019) kemarin.


“Sebagai tentara terdakwa harus kuat, bersikap ksatria, ” tegas hakim ketua Letkol CHK Muhammad Kazim SH.

“Terdakwa tentara jangan bersikap seperti anak-anak, jangan nangis dulu, kalau menangis nanti salah lagi. Tahan dulu,” tambahnya.

Deri Pramana
Deri Permana. (Facebook)

Menurut hakim, sikap cengeng terdakwa itu bisa menguntungkan, tapi bisa juga jadi bumerang.

“Orang bisa simpati, tapi juga bisa menyangka terdakwa hanya berpura-pura,” cetusnya.

Hakim anggota, Letkol SUS Much Arif Zaki Ibrahim SH juga mengingatkan terdakwa bahwa keterangan yang diberikan terdakwa dengan menangis, bisa membuat majelis hakim sulit menangkap apa yang terdakwa terangkan.

“Jika kita salah menangkap (keterangan) terdakwa jelas akan merugikan terdakwa sendiri,” ungkapnya.

Sikap cemen terdakwa sangat bertolak belakang dengan gambaran aksinya ketika ingin melenyapkan jasad Vera. Di muka sidang Prada DP selalu menyebutnya dengan ‘cara menghilangkan jejak’.

Di kamar 06 Hotel Sahabat Mulya pada 8 Mei 2019 di Sungai Lilin, Prada DP beraksi memotong tangan kekasihnya itu setelah menjadi mayat.

Upaya memotong tangan kanan mayat Vera berlangsung alot. Gergaji yang digunakan sampai dua kali patah.

Satu gergaji ‘berkarat’ diambil terdakwa dari gudang hotel dan satu gergaji lagi sengaja dibelinya di pasar.

Tak hanya berhenti sampai disitu, setelah gergaji terakhir patah, terdakwa kembali membeli gergaji lagi dan kampak kecil.

Namun kedua alat ini tak jadi digunakan, karena terdakwa lebih memilih membakar mayat Vera.

Untuk melancarkan aksinya, terdakwa bahkan minta nasihat pamannya Dodi, dan bukan kebetulan, Dodi ternyata juga tinggal di Sungai Lilin dan jarak rumahnya sangat dekat dengan Hotel Sahabat Mulya.

Vera Oktaviana dimutilasi di penginapan penginapan Sahabat Mulya oleh pacarnya 1
Vera Oktora

Dodi saat ini kabur entah kemana. Oditur militer, Mayor CHK Darwin Butar Butar SH dan Mayor CHK Andi Putu SH sudah berupaya memanggilnya untuk bersaksi, namun Kades setempat melaporlan kalau Dodi ‘menghilang’.

Tak hanya Dodi, saksi M Hasanudin yang membawa terdakwa ‘kabur’ ke Serang, Banten juga raib entah kemana?

Tak kalah mengejutkan, teman Dodi yang ikut membantu dan menyarankan terdakwa Prada DP agar membakar jasad Vera di Hotel juga dikabarkan meninggal dunia.

Seperti diwartakan, pada 8 Mei 2019 Prada DP keluar dari Penginapan Sahabat Mulia di Jalan PT Hindoli, Sungai Lilin setelah membunuh kekasihnya, Vera Oktora.

Mayat kasir Indomaret Jensu 3 Palembang itu baru ditemukan petugas hotel pada, Jum’at, 10 Mei 2019, sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi menggenaskan dengan tangan termutilasi.

Setelah buron sekian lama, Prada DP akhirnya menyerahkan diri pada anggota Den Intel Kodam II Sriwijaya dan Denpom II/4 di Padepokan Monghiang yang dipimpin Abuya Haji Sar’i di Serang Banten, Kamis (13/6/2019).

(jul/sumeks)