Tulisan Menggetarkan Gus Mus soal Wafatnya Mbah Moen: Mautul ‘Alim Mautul ‘Alam

KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Foto Jawa Pos
KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Foto Jawa Pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – KH Mustofa Bisri atau Gus Mus menggambarkan kesedihan yang mendalam terkait wafatnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.


Melalui akun Instagram pribadi miliknya, @s.kakung, Selasa (6/8/2019), Gus Mus menggambarkan berpulangnya Mbah Moen itu sebagai kematian alam.

Dalam ungkapannya, tak ada tulisan yang disematkan Gus Mus dalam unggahannya itu. Akan tetapi, hanya sebuah foto yang dilengkapi dengan tulisan yang cukup menggetarkan.

Hanya sebuah kalimat tarji ditulis ulama yang juga soerang budayawan dan seniman itu.


“Mautul ‘alim mautul ‘alam,” demikian tulisan dalam foto unggahan tersebut.

Jika diartikan, tulisan itu adalah: Matinya orang alim adalah kematian alam.

Untuk diketahui, Mbah Moen meninggal di usia 90 tahun di Mekkah, Arab Saudi. Mbah Moen sempat menjadi anggota MPR utusan Jawa Tengah selama tiga periode.

Ulama itu juga tercatat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Pemakaman di Tanah Suci sendiri menjadi keputusan pihak keluarga setelah bermusyawarah menentukan lokasi pemakaman.

Pengurus ponpes Al Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah, Muhammad Jibril Suud, yang juga cukup dekat dengan almarhum menjelaskan, jenazah Mbah Moen ditempatkan di dekat para guru dan almarhumah istri Nabi Muhammad SAW.

“Dekat dengan Sayidah Khodijah Al Kubro RA, guru beliau Sayid Alawi Al Maliki, dan juga Abuya Sayid Muhammad Alawi Al Maliki,” kata Jibril.

“Dekat juga dengan makam Habib Salim As Syathiry,” tambahnya.

Berdasarkan pengakuan anak Mbah Moen, Gus Yasin melalui poltisi PPP Arsul Sani, kepergian sang Kiai pun terkesan mendadak lantaran dalam kondisi sehat.

“Mendadak saja karena beliau sehat, sampai tadi malam masih terima tamu,” ungkap Arsul Sani

(ruh/pojoksatu)