Listrik Padam, Rini Soemarno Harusnya Sadar Diri, Bukan Dicopot

garuda bangkrut, pidato kebangsaan prabowo, menteri bumn, rini soemarno
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (FOTO : net)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Insiden listrik padam (blackout) di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat membuat publik mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Menteri BUMN, Rini Soemarno.


Pasalnya, Rini dianggap gagal memimpin lembaga tersebut. Terlebih sebelumnya sudah cukup banyak pejabat BUMN yang terjerat kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Untuk soal copot-mencopot, seharusnya menterinya tahu dirilah,” sindir pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, mengetahui penyebab pasti listrik padam itu memang dinilai cukup penting. Akan tetapi, jauh lebih penting mencari siapa sejatinya yang paling bertanggungjawab.


“Sekarang kan soal siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Akan tetapi, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu ragu, bakal ada pejabat yang berani menunjuk diri sendiri sebagai yang paling bertanggungjawab.

“Kalau gaya birokrasi kita itu bawahan yang selalu dikorbankan. Mereka yang di atas cuci tangan,” sindirnya lagi.

Ditambahkannya, permasalahan sepele dan sama selalu terjadi setiap tahunnya, siapapun yang menjadi orang nomor di PLN.

Sayangnya, kejadian itu selalu saja terulang. Seperti insiden saat ini yang juga pernah terjadi pada 2012 lalu di pembangkit listrik Surabaya.

Saat itu, dari hasil investigasi, ditemukan fakta adanya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.

“Ini menjadi problem yang sebetulnya tidak pernah terjadi di era-era sebelumnya. Ini ada apa?” heran dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi kantor PLN, Senin (5/8/2019).

Presiden lantas mececar pejabat PLN dan meminta secepat mungkin mencari tahu penyebab persis padamnya listrik di Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat itu.

Menurut Jokowi, dalam sebuah manajemen besar seperti PLN, semestinya memiliki tata kelola ririko yang dihadapi.

“Dengan manajemen besar tentu saja ada contigency plan, ada back up plan. Pertanyaan saya, kenapa itu tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik,” cecar Jokowi.

Jokowi lantas mengungkap keheranannya dimana banyak orang-orang pintar di PLN tapi permasalahan listrik selalu saja masih terjadi.

“Pertanyaan saya, bapak ibu semuanya kan orang pinter-pinter, apalagi urusan listrik dan sudah bertahun tahun,” lanjutnya.

Presiden menyebut, persoalan listrik padam seperti ini sudah pernah terjadi pada 2012. Tapi sayang, menurutnya, PLN tidak mengambil pelajaran.

“Apakah tidak dihitung? Apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian? Sehingga kita tahu sebelumnya,” katanya.

Karena itu, ia beranggapan bahwa ada hal yang salah dalam PLN.

“Kok tahu-tahu drop? Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung tidak dikalkulasi dan itu betul-betul merugikan kita semuanya,” tegasnya.

(ruh/pojoksatu)