Penerapan e-TLE Bakal Kurangi Angka Kecelakaan?

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengklaim penerapan sistem Electeonic Traffic Law Enforcement (e-TLE) dinilai akan menurunkan angka kecelakaan di Ibukota.

“Harapan kita dengan e-TLE bisa berkurang 40 persen terhadap angka kecelakaan ini,” ungkap Gatot di Polda Metri Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (2/8).

Menurut Gatot, pihaknya juga terus mengembangkan tilang elektronik. Tujuannya selain untuk mengubah perilaku masyarakat dalam berkendara sesuai peraturan. Juga untuk membuat masyarakat merasa terawasi dari berbagai tindak kejahatan.

“Tujuan e-TLE. Bagaimana masyarakat itu merasa aman dan nyaman beraktifitas saat keluar dari rumah baik dari pagi siang malam bahkan tengah malam. Nah itu tujuan utama. Jadi masyarakt tidak lagi khawatir,” beber Gatot.


Diketahui, Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik sejak 1 November 2018. Mulanya baru ada dua kamera e-TLE, kemudian ditambah 10 kamera dengan empat fitur terbaru pada Senin, 1 Juli 2019.

Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE pada pertama operasi, yakni marka jalan, lampu merah, traffic light (TL). Kemudian, empat fitur terbaru yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan handphone saat berkendara dan kecepatan maksimal 40km/jam.

Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Di antaranya, JPO MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Fly Over Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Fly Over Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada

(fir/pojoksatu)